Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Panggung Baru Bayu Pardi, dari Layar Mobile Legend ke Gantangan, Mulanya Kalah Berkali-kali, Kini Juara Puluhan Kali hingga Luar Daerah

Supardi • Rabu, 10 Juni 2026 | 07:31 WIB

 

JUARA: Bayu Pardi, kicau mania yang meraih pada lomba burung Kenari di Bali belum lama ini.
JUARA: Bayu Pardi, kicau mania yang meraih juara pada lomba burung kenari di Bali, belum lama ini. 

LombokPost-Dari dunia game online, Bayu Pardi menemukan panggung lain yang tak kalah riuh. Bukan lagi layar ponsel, melainkan suara kenari yang perlahan mengubah hobinya menjadi peluang.

Memasuki kompleks perumahan Gelang, Pancor, Kecamatan Selong, suara kicauan kenari langsung menyambut. Dari sangkar-sangkar yang tergantung di sudut teras rumah, burung-burung kecil itu saling bersahutan. Jumlahnya tidak banyak. Namun, suaranya cukup membuat suasana terasa riuh.

Sebagian sangkar tertutup kain. Di dalamnya, ada burung-burung pilihan milik Bayu Pardi. Burung-burung itu bukan sekadar peliharaan. Beberapa sudah berkali-kali membawa pulang juara.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Komunitas Semeton Murai Lombok, Murai Bisa Tiru Suara Burung Kenari, Gereja hingga Perkutut 

Bayu mulai menekuni hobi memelihara burung sejak 2021. Awalnya, ia hanya coba-coba. Memelihara burung menjadi selingan dari kebiasaannya bermain game online.

“Hobi pertama saya itu main game online Mobile Legends sampai sekarang. Di game saya juga sering ikut lomba, bahkan di Lotim sudah lumayan terkenal,” terang pria yang juga menjadi atlet e-sport asal Gelang, Lotim, itu.

Perjalanan Bayu di dunia burung tidak langsung mulus. Saat awal memelihara, ia belum tahu cara merawat burung. Ia hanya memelihara seadanya. Dari sana, ia mulai belajar lewat YouTube dan media sosial.

Baca Juga: Saat Musim Lomba, Pakan dan Sangkar Laris Manis, Pecinta Burung Bawa Multiplier Effect

Bayu kemudian memilih fokus pada satu jenis burung, yakni kenari. Ia tertarik karena suara kenari keras, panjang, dan indah.

 “Setelah beberapa lama memelihara burung, saya coba-coba ikut lomba, dan saat itu belum ikut komunitas, dan setiap kali lomba saya sering kalah,” bebernya.

Kekalahan demi kekalahan tidak membuat Bayu berhenti. Ia tetap mengikuti lomba di berbagai tempat di Lotim. Saat itu, ia bahkan belum memahami model penilaian lomba burung. Baginya, yang penting datang dan ikut lomba.

Baca Juga: Merawat Burung Butuh Ketekunan: Sangkar, Kicau, dan Persahabatan

Dari kebiasaan ikut lomba itu, Bayu kemudian masuk ke sebuah komunitas burung. Di komunitas itu, ia mulai banyak belajar. Ia memahami cara merawat burung. Ia juga mulai mengenal hal-hal yang menjadi penilaian dalam lomba.

Perlahan, hasilnya terlihat. Burung milik Bayu mulai meraih juara. Di Lotim, ia mengaku sudah lebih dari 40 kali meraih juara satu. Tidak hanya di Lotim, Bayu juga beberapa kali membawa burungnya mengikuti lomba di Provinsi Bali. Dari sana, ia berhasil membawa pulang juara.

“Di Bali baru dua kali dapat juara. Kalau di Lotim seingat saya 40 kali. Lomba keluar daerah baru sampai Bali saja. Tapi ada rencana ke daerah lain nanti,” ungkapnya.

Baca Juga: Paruhnya Dihancurkan Brutal, Grecia Si Burung Tukan Bangkit dengan Teknologi 3D

Bagi Bayu, lomba burung tidak hanya soal mengejar juara. Di balik gantangan dan suara kicau, ia menemukan ruang silaturahmi. Lomba membuatnya bertemu banyak pencinta burung. Termasuk kicau mania dari luar daerah.

Hadiah lomba, kata Bayu, tidak terlalu besar. Namun, burung yang pernah meraih juara bisa memiliki nilai lebih tinggi. Harganya dapat naik berlipat-lipat.

Dari sana, hobi yang semula hanya selingan mulai memberi hasil. Memelihara burung kini tidak lagi sekadar kesenangan bagi Bayu. Aktivitas itu juga menjadi sumber penghasilan.

Baca Juga: Bukan Lagi Burung Kecil! Hat-trick Maut Federico Valverde ke Gawang Man City Sahkan Status Legenda di Real Madrid

“Semisal kita beli bahan dengan harga Rp 700 ribu, terus kalau dapat juara bisa laku Rp 3 juta. Bahkan ada yang sampai puluhan juta,” jelasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#kicau mania #hobi #kenari #lomba #burung