LombokPost-MPLS di SMK Tringa Pringgajurang tak hanya diisi seragam baru, salat duha, dan kegiatan lain.
Para siswa baru langsung mengenal Jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia dengan turun ke kandang peternak di Dusun Sompang, Desa Tetebatu, untuk mengikuti penyuntikan gratis bagi ternak yang sakit.
Udara pagi masih terasa dingin. Namun, semangat para siswa baru SMK Tringa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, tidak surut. Mereka tampak antusias memasuki lingkungan sekolah.
Tak berselang lama, para siswa bersama guru berjibaku membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah. Kegiatan berlanjut dengan salat duha berjamaah.
Baca Juga: Usaha Peternakan Unggas Banyak Diminati Warga Program Desa Berdaya Tematik
Hari itu, mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Guru Produktif SMK Tringa Pringgajurang Nining Khairunnisa menyampaikan, para siswa menjalani MPLS hari kedua. Setiba di sekolah, guru mengarahkan mereka mengikuti salat duha berjamaah dan imtak. Setelah itu, mereka membersihkan lingkungan sekolah sebelum menerima materi MPLS.
“Pada hari pertama kemarin materi yang diberikan adalah membahas tentang tata tertib sekolah serta segala hal yang berkaitan dengan keaktifan siswa, kedisiplinan dan kewajiban siswa,” terang Nining Khairunnisa kepada Lombok Post, Selasa (14/7).
Selain tata tertib sekolah, para siswa baru mendapat materi penggunaan media sosial. Mereka juga mempelajari dampak positif dan negatif media sosial. Materi itu bertujuan agar siswa bijak menggunakan media sosial.
Baca Juga: Gubernur NTB dan Kepala BRIN Sepakati Kolaborasi Riset Air Bersih, Perikanan, hingga Pakan Ternak
Sekolah juga memberikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Materi mencakup ancaman dan cara menghindari narkotika. Sekolah menggandeng Polsek Montong Gading dalam kegiatan itu.
“Dengan adanya materi tentang bahaya narkoba ini, kami harapkan anak-anak tidak terjerumus dalam bahaya penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya.
Pada hari kedua MPLS, para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan di ruang kelas dan lingkungan sekolah.
Mereka juga turun ke tengah masyarakat dan mengunjungi peternak di Dusun Sompang, Desa Tetebatu. Di sana, mereka mengikuti kegiatan penyuntikan sapi secara gratis.
Kegiatan itu memperkenalkan kejuruan, potensi, dan peluang Jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR). Sebagian besar masyarakat di sekitar sekolah bekerja sebagai petani dan peternak.
“Di SMK Tringa hanya ada satu jurusan yakni ATR saja. Jadi melalui kegiatan ini kami harapkan akan membuka mindset peserta didik terkait jurusan ATR yang diambil dan peluang yang bisa mereka manfaatkan ke depannya,” katanya.
Penyuntikan sapi gratis menjadi bagian dari materi MPLS. Kegiatan itu juga menjadi aksi sosial untuk membantu para peternak. Peternak mendapat penyuntikan vitamin dan antibiotik secara gratis bagi ternak yang sakit. Biasanya, mereka harus membayar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu untuk sekali suntik secara swadaya.
Selain melakukan penyuntikan, para siswa memberikan pengarahan kepada peternak. Mereka menjelaskan penanganan ternak dan teknik pemberian pakan yang baik dan benar.
Pengarahan itu menyasar penanganan ternak yang sakit atau mengalami penurunan berat badan (BB).
“Harapannya dengan adanya kegiatan ini peserta didik semakin semangat untuk mempelajari dan menggali ilmu jurusan yang mereka ambil,” tutupnya. (*/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post