LombokPost – Masyarakat Lombok kehilangan salah satu penjaga warisan budaya terbaiknya, H Lalu Nasib, seorang dalang dan budayawan Sasak yang telah mengabdikan hidupnya selama hampir 60 tahun untuk melestarikan seni Wayang Sasak.
Lalu Nasib berpulang pada Jumat, 29 Agustus 2025, meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah kebudayaan Lombok.
Dedikasinya sebagai dalang bermula dari kecintaannya pada seni wayang sejak usia muda.
Berawal dari kegemaran menonton, ia akhirnya memutuskan untuk sepenuhnya memilih jalur sebagai seorang dalang sejak tahun 1965.
Keputusan ini membawanya pada perjalanan panjang yang penuh pengabdian, di mana ia tidak hanya menjadi penampil, tetapi juga seorang pendidik dan penjaga kearifan lokal.
Salah satu keistimewaan Lalu Nasib yang lahirnya tahun 1941 adalah posisinya sebagai satu-satunya tokoh Sasak yang menguasai sembilan kitab kuno wayang dalam bahasa Kawi.
Kitab-kitab ini merupakan warisan dari Jawa, yang dikenal sebagai Wayang Menag. Setelah masuk ke Lombok pada zaman Majapahit, seni ini diadaptasi menjadi Wayang Sasak.
Baca Juga: Lombok Berduka, Dalang Legendaris Lalu Nasib Wafat yang Tinggalkan Warisan Budaya Tak Ternilai
Lalu Nasib menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, memastikan ajaran dan filosofi yang terkandung dalam kitab-kitab tersebut tetap hidup dan dipahami oleh generasi modern.
Sebagai seorang dalang, ia tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun karakter bangsa.
Setiap pertunjukan yang ia bawakan memiliki makna mendalam, mendidik masyarakat untuk memahami identitas dan karakter mereka sebagai orang Lombok.
Baca Juga: Hibur Masyarakat, Bank NTB Persembahkan Wayang Sasak H Lalu Nasib AR
Melalui alur cerita yang kaya, ia menyampaikan pesan moral, etika, dan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman hidup.
Peran besar Lalu Nasib dalam pembentukan karakter masyarakat Lombok menjadikannya sosok yang sangat dihormati.
Pengabdian Lalu Nasib tidak hanya dikenal di Lombok atau Indonesia, tetapi juga di kancah internasional.
Keahlian dan pengetahuannya yang mendalam menjadikan ia sebagai rujukan kebudayaan baik secara nasional maupun global.
Banyak peneliti, akademisi, dan seniman dari luar negeri datang kepadanya untuk mempelajari Wayang Sasak dan kearifan lokal yang ia kuasai.
Karya-karya Lalu Nasib adalah cerminan dari identitas masyarakat Lombok.
Ia menunjukkan bahwa budaya adalah fondasi yang kuat, bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai alat untuk membentuk karakter dan jati diri.
Kepergiannya adalah kehilangan yang besar, namun warisan berharga yang ia tinggalkan akan terus menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Sasak.
Editor : Kimda Farida