Aksi turun ke jalan dilatarbelakangi kurangnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk Pelatda PON. Diketahui, Pemprov NTB hanya memberikan anggaran Rp 3 miliar.
"Saya apresiasi aksi temen-temen. Ini aksi spontan dari pelatih yang prihatin terhadap kondisi sekarang," ujar Ketua Forum Pelatih NTB Agus Suharyan, Minggu (24/1).
Agus menjelaskan, aksi ini didasari karena minimnya perhatian pemerintah terhadap dana PON dan kurangnya upaya KONI NTB untuk mencari tambahan dana Pelatda PON. Sehingga pelatih berinisiatif turun ke jalan untuk meminta bantuan dari masyarakat.
Aksi turun ke jalan ini baru dilakukan sebagian pelatih. Jika nanti tidak ada solusi dari pemerintah dan KONI NTB, mereka akan kembali mencari sumbangan di jalan. "Selanjutnya kami ingin ketemu dengan dewan dan gubernur soal anggaran ini. Kalau buntu, kami siap turun ke jalan lagi," katanya.
Ketua Dewan Penasihat KONI NTB H MNS Kasdiono prihatin dengan situasi saat ini. Dalam sejarah berdirinya KONI NTB, kata dia, penggalangan dana di jalan kali pertama terjadi.
Menurutnya, penyebab utamanya adalah kurangnya komunikasi. Baik antara KONI dengan Dispora dan KONI dengan atlet serta pelatih. "Multievent PON ini memang tanggung jawab KONI. Tapi kuasa pengguna anggaran itu Dispora. Jadi komunikasi dua pihak ini jangan sampai tersumbat," katanya.
Kasdiono meminta KONI tetap berkomunikasi dengan atlet dan pelatih terhadap kondisi saat ini. Jika komunikasi terjaga maka atlet dan pelatih pasti akan paham dengan kondisi anggaran yang ada. "Pendekatan secara humanis harus dilakukan. Ajak bicara atlet dan pelatih dengan kondisi yang ada," tutur mantan ketua KONI NTB ini.
Lebih lanjut, Kasdiono juga menyarankan, jika memang kondisi anggaran minim, KONI harus bisa mencari jalan keluar. Kalau anggaran belum mencukupi maka cari sumber anggaran lain. "Kita harus saling memahami. Khususnya dengan kondisi pandemi yang dialami seluruh provinsi," imbuhnya.(puj/r8) Editor : Administrator