Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Yeray Alvarez Dihukum 10 Bulan karena Obat Penumbuh Rambut, UEFA Nyatakan Positif Doping

Ivan Mardiansyah • Rabu, 10 September 2025 | 06:41 WIB

 

Yeray Alvarez, dijatuhi hukuman skors 10 bulan oleh UEFA setelah dinyatakan positif doping
Yeray Alvarez, dijatuhi hukuman skors 10 bulan oleh UEFA setelah dinyatakan positif doping

Lombok Post – Bek tengah Athletic Bilbao, Yeray Alvarez, dijatuhi hukuman skors 10 bulan oleh UEFA setelah dinyatakan positif doping dalam pertandingan Liga Europa melawan Manchester United pada Mei 2025 lalu.

Alvarez dinyatakan mengandung zat terlarang bernama Canrenone, yang termasuk dalam daftar substansi terlarang baik di dalam maupun luar kompetisi.

Yeray Alvarez doping ini mengejutkan publik Spanyol. Pemain berusia 30 tahun itu menjelaskan bahwa zat tersebut masuk ke tubuhnya tanpa sengaja, karena berasal dari obat penumbuh rambut yang dikonsumsinya.

Obat itu digunakan untuk mengatasi kerontokan rambut akibat pengobatan kanker testis dan alopecia, yang pernah ia derita beberapa tahun lalu.

Menurut pernyataan resmi UEFA, skors Yeray Alvarez dimulai sejak 2 Juni 2025 hingga 2 April 2026. Namun, pemain yang dikenal loyal bersama Bilbao itu diizinkan kembali berlatih mulai Februari 2026, dua bulan sebelum masa hukumannya selesai.

Baca Juga: Cetak 52 Gol, Memphis Depay Resmi Lewati Van Persie Jadi Top Skor Sepanjang Masa Belanda

Kasus doping Yeray Alvarez ini langsung jadi perbincangan karena konteks kemanusiaannya. Alvarez sendiri telah melalui masa sulit dalam kariernya, termasuk perjuangan melawan kanker testis pada 2016 yang membuatnya absen lama dari lapangan.

Ia juga sempat kehilangan rambut akibat terapi medis, dan sejak itu rutin mengonsumsi obat untuk membantu pemulihan fisik dan emosionalnya.

Meski mengaku tidak sengaja, UEFA tetap menjatuhkan hukuman sebagai bentuk penegakan aturan anti-doping yang ketat.

Canrenone, zat yang ditemukan dalam tubuh Yeray, tergolong diuretik dan bisa digunakan untuk menyamarkan penggunaan zat terlarang lainnya.

Yeray Alvarez doping ini menambah deretan panjang kasus doping tidak disengaja yang muncul karena penggunaan obat umum seperti suplemen atau krim medis.

Meski demikian, UEFA tetap mengimbau agar semua atlet berhati-hati dan memeriksa kandungan zat pada obat yang dikonsumsi, bahkan untuk pengobatan ringan.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Lampaui Messi di Kualifikasi Piala Dunia, Kini Incar Rekor Sepanjang Masa

Athletic Bilbao merespons dengan hati-hati. Dalam pernyataan resmi, klub menyatakan mendukung penuh Yeray dan akan terus memberikan bantuan medis serta hukum selama masa skors berlangsung. Klub juga menyebutkan bahwa Yeray sudah kooperatif sejak awal dan tidak memiliki niat untuk curang.

Skors ini akan menjadi kehilangan besar bagi Bilbao, yang sedang membangun skuad untuk musim kompetisi 2025–2026. Yeray Alvarez adalah salah satu bek senior dan pemimpin di ruang ganti. Namun klub dan fans berharap pemain setia itu bisa kembali lebih kuat setelah masa hukuman berakhir.

Kini, kasus Yeray Alvarez doping akibat obat penumbuh rambut menjadi pelajaran penting bagi semua pemain profesional untuk lebih cermat dalam menjaga asupan medis. Meski berniat baik, kelalaian kecil bisa berdampak besar terhadap karier dan reputasi.

Baca Juga: Dikritik Fans Arsenal, Noni Madueke Disebut Punya Mentalitas ala Cristiano Ronaldo

Editor : Siti Aeny Maryam
#la liga #Yeray alvarez doping #liga spanyol #yeray alvarez #athletic bilbao #skorsing akibat doping #doping