LombokPost – Kejutan besar terjadi di Wuhan Open 2025. Petenis asal Italia, Jasmine Paolini, tampil luar biasa dengan mengalahkan Iga Swiatek dalam straight set 6-1, 6-2 pada perempat final Dongfeng Voyah · Wuhan Open, Jumat (10/10) malam.
Kemenangan sensasional itu memastikan langkah Jasmine Paolini ke semifinal Wuhan Open 2025, sekaligus mematahkan rekor buruk atas Iga Swiatek setelah enam kekalahan beruntun.
Sebelum laga ini, Jasmine Paolini belum pernah menang atas Iga Swiatek, bahkan hanya mampu merebut satu set dari enam pertemuan.
Namun malam ini, semua berubah. Dalam waktu hanya 65 menit, Jasmine Paolini tampil sempurna dan mendikte jalannya pertandingan dari awal hingga akhir.
“Akhirnya saya memenangkan pertandingan. Saya sangat senang dengan level permainan saya. Rasanya luar biasa,” kata Paolini usai laga.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Paolini di Wuhan Open 2025, sekaligus memperbesar peluangnya untuk lolos ke PIF WTA Finals di Riyadh.
Dengan kekalahan Elena Rybakina dari Aryna Sabalenka, dan kemenangan Jessica Pegula, posisi Paolini semakin kuat untuk merebut tiket terakhir ke ajang penutup musim itu.
Di semifinal, Jasmine Paolini akan berhadapan dengan Coco Gauff, yang sebelumnya menyingkirkan Laura Siegemund lewat skor telak 6-3, 6-0.
Duel Paolini vs Gauff diprediksi berlangsung ketat, mengingat rekor pertemuan mereka kini 3-2 untuk keunggulan Paolini.
Sepanjang laga kontra Swiatek, Paolini tampil agresif namun efisien, hanya melakukan tiga unforced error dan mencetak 15 winner.
Hebatnya lagi, ia memenangkan enam break point penuh melawan servis Swiatek — bukti fokus dan ketenangan yang luar biasa.
Paolini langsung mematahkan servis Swiatek di awal set pertama, unggul cepat 4-0 sebelum menutup set pembuka 6-1 hanya dalam 26 menit.
Di set kedua, meski Swiatek sempat mencuri satu break, Paolini membalas dengan pengembalian keras dan kembali memimpin 3-1 hingga akhirnya menutup laga 6-2.
Musim ini menjadi tahun kebangkitan bagi Jasmine Paolini, yang sebelumnya menembus final berturut-turut di Roland Garros dan Wimbledon 2024.
Dengan 41 kemenangan di level utama WTA Tour 2025, ia kini melewati total kemenangannya tahun lalu, dan sudah mencatat 26 kemenangan di ajang WTA 1000, menyamai Aryna Sabalenka, hanya dua di belakang Iga Swiatek (28).
Sementara itu, Coco Gauff juga tampil memukau. Petenis Amerika berusia 21 tahun itu mendominasi Laura Siegemund, memenangi 27 dari 45 poin saat menerima servis lawan dan lima kali melakukan break.
“Dia pemain yang cerdik dan tangguh, tapi saya sabar dan menunggu peluang,” ujar Gauff.
Dengan kemenangan ini, Gauff mencatat 15 kemenangan di Tiongkok selama dua musim terakhir, rekor terbanyak di WTA Tour, sekaligus menjadi wanita pertama dalam sejarah 16 tahun WTA 1000 yang mencapai lima semifinal berturut-turut di Tiongkok.
Editor : Rury Anjas Andita