Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rashford Blak-blakan: Era Terbaiknya di Manchester United Terjadi di Bawah Ole Gunnar Solskjaer

Ivan Mardiansyah • Rabu, 19 November 2025 | 14:25 WIB

 

Rashford akui era terbaiknya di Manchester United bukan bersama Ten Hag, melainkan saat dilatih Ole Gunnar Solskjaer.
Rashford akui era terbaiknya di Manchester United bukan bersama Ten Hag, melainkan saat dilatih Ole Gunnar Solskjaer.

Lombok Post- Marcus Rashford akhirnya berbicara blak-blakan soal perjalanan kariernya di Old Trafford.

Alih-alih menyebut era Erik ten Hag sebagai masa emasnya, Rashford justru menegaskan bahwa era terbaik Rashford di Manchester United terjadi ketika tim masih dipimpin Ole Gunnar Solskjaer.

Pengakuan jujur ini mengejutkan banyak pendukung Setan Merah, terutama di tengah performa naik-turun sang penyerang dalam dua musim terakhir.

Menurut Rashford, masa kepelatihan Solskjaer bukan hanya memberi ruang berkembang, tetapi juga menghadirkan suasana bermain yang membuatnya stabil dan produktif.

Selama dua musim penuh di bawah Solskjaer, Rashford mencetak 43 gol, menjadi mesin serangan utama, dan membantu Manchester United menembus final Liga Europa.

Fakta ini sekaligus menunjukkan bahwa era terbaik Rashford tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi lahir dari konsistensi peran dan kepercayaan yang diberikan oleh sang pelatih asal Norwegia.

Rashford mengaku tidak memiliki satu pun keluhan terhadap Solskjaer.

“Ole adalah sosok yang fantastis. Kami menikmati bermain di bawahnya dan memainkan sepak bola yang bagus,” ujar Rashford dalam pernyataan yang menegaskan betapa besar pengaruh sang mantan pelatih dalam kariernya.

Ia menambahkan, “Itu periode yang sangat sukses bagi saya pribadi,” sebuah penegasan kembali bahwa Rashford era terbaik memang berada di bawah naungan Solskjaer, bukan pelatih lain.

Baca Juga: Duet Maut Manchester United: Benjamin Sesko & Rasmus Højlund Bisa Bangkitkan Kejayaan Lini Depan

Komentar ini memantik diskusi di kalangan penggemar MU yang menilai perbedaan gaya kepelatihan Solskjaer dan Ten Hag sangat memengaruhi performa Rashford.

Banyak yang berpendapat bahwa Solskjaer memberi keleluasaan yang membuat Rashford tampil lebih bebas, sedangkan Ten Hag lebih struktural dan taktis.

Pengakuan Rashford pun memperkuat pandangan bahwa kenyamanan bermain menjadi faktor penting dalam produktivitas seorang penyerang.

Di tengah dinamika internal Manchester United, pernyataan jujur ini menjadi cermin bahwa perjalanan seorang pemain tidak selalu dipengaruhi oleh taktik semata.

Rashford era terbaik di Manchester United terbentuk dari hubungan emosional, kepercayaan, dan ritme permainan yang cocok dengan dirinya. Ia menegaskan bahwa Solskjaer memberikan semua itu.

Menjelang musim baru, pernyataan ini mungkin memberi pesan tersirat: agar Rashford kembali ke performa puncaknya, diperlukan pendekatan yang tepat dan kondisi ruang ganti yang mendukung.

Para analis menilai pernyataan Rashford bisa menjadi sinyal bagi manajemen dan pelatih dalam membangun kembali kepercayaan diri sang pemain.

Pada akhirnya, pengakuan Rashford mengingatkan kembali masa ketika Manchester United tampil agresif, cepat, dan efektif di bawah Solskjaer.

Dan bagi Rashford, itu bukan hanya masa sukses tim, tetapi juga era terbaik dirinya sebagai pemain Setan Merah.

Baca Juga: Zlatan: “Kalau Saya Pelatih Portugal, Saya Coret Ronaldo dari Skuad Piala Dunia 2026!”

Editor : Kimda Farida
#Solskjaer Manchester United #Rashford blak blakan #Rashford era terbaik #Marcus Rasford #Marcus Rashford Manchester United #era terbaik Rashford MU #Rashford Ten Hag #Rashford Solskjaer #manchester united