Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembagian Cabor PON 2028 Tuntas, NTB Amankan 26 Cabor, Selebihnya Digelar di NTT dan Jakarta  

Pujo Nugroho • Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39 WIB

 

KONI NTB, Pemprov NTB, KONI NTT, dan KONI Jakarta usai menggelar rakor persiapan PON 2028 bersama KONI Pusat, di Jakarta.
KONI NTB, Pemprov NTB, KONI NTT, dan KONI Jakarta usai menggelar rakor persiapan PON 2028 bersama KONI Pusat, di Jakarta.

LombokPost - Kepastian mengenai peta kekuatan olahraga di PON Nusa Tenggara XXII/2028 akhirnya menemui titik terang. Melalui proses diskusi yang panjang dan mendalam, pembagian cabang olahraga (cabor) untuk ajang PON 2028 resmi disepakati. Keputusan krusial ini lahir dalam Rapat Koordinasi Persiapan PON 2028 yang mempertemukan pimpinan KONI NTB, Pemprov NTB, KONI NTT, hingga KONI DKI Jakarta sebagai perwakilan Pemprov DKI Jakarta di kantor KONI Pusat, Jumat (27/2).

Ketua KONI NTB Mori Hanafi, menyatakan rasa lega dan syukurnya atas hasil rakor tersebut. Menurutnya, PON 2028 akan mencatatkan sejarah baru dengan mengusung konsep efisiensi anggaran yang sangat ketat. Salah satu poin paling signifikan dalam persiapan PON 2028 kali ini adalah pelibatan Jakarta sebagai provinsi penyangga. Strategi ini diambil agar beban tuan rumah tidak semakin berat akibat kewajiban membangun venue baru.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, NTB sebagai salah satu tuan rumah PON 2028 akan menyelenggarakan total 26 cabor. Daftar cabor yang akan dimainkan di Bumi Gora mencakup kategori Olympic bergengsi seperti panahan, atletik, basket, dayung, golf, triathlon, voli pasir, panjat tebing, judo, dan angkat besi. Selain itu, NTB juga sukses mengamankan cabor karate serta beberapa cabor populer SEA Games seperti selam, ski air, esport, futsal, dan soft tennis.

Tak hanya itu, sembilan cabor privilege tuan rumah juga tetap diperjuangkan untuk tetap digelar di NTB. Cabor-cabor tersebut antara lain tarung derajat, muaythai, sport dance, hapkido, biliar, bermotor, aerosport, petanque, padel, dan berkuda-memanah. ”Cabor privilege tetap kita perjuangkan karena ini tidak membutuhkan venue baru, sehingga sejalan dengan prinsip efisiensi PON 2028,” tegas Mori.

Menariknya, rakor persiapan PON 2028 ini juga memutuskan untuk menggeser beberapa cabor "mewah" ke Jakarta. Cabang olahraga seperti akuatik, anggar, senam, hockey, menembak, balap sepeda, berkuda-equestrian, baseball/softball, tenis lapangan, rugby 7, gulat, ice skating, skateboard, dan boling akan dipentaskan di Jakarta.

Keputusan ini diambil secara rasional mengingat Jakarta sudah memiliki fasilitas berstandar internasional. Langkah ini dianggap paling bijak dalam dinamika persiapan PON 2028 agar kualitas pertandingan tetap terjaga tanpa harus memaksakan pembangunan infrastruktur yang berisiko mangkrak.

Sementara itu, wilayah NTT juga akan menjadi pusat perhatian dengan menggelar 22 cabor. Yakni bola tangan, voli indoor, layer, modern pentathlon, selancar ombak, tenis meja, cricket, bulutangkis, sepak bola, taekwondo, dan tinju yang merupakan cabor Olympic.

Ditambah dua cabor DBON, pencak silat dan wushu. Cabor SEA Games seperti kickboxing, sepak takraw, dan catur. Cabor world games yakni aerosport dan angkat berat. NTT juga mengusulkan sejumlah cabor privilege yakni kempo, gateball, berkuda-pacuan, dan barongsai.

Seluruh daftar pembagian cabor yang telah disepakati ini selanjutnya akan dibawa ke Kemenpora untuk mendapatkan surat keputusan (SK) final. Mori Hanafi berharap dengan tuntasnya urusan pembagian cabor ini, KONI NTB bisa segera mengalihkan fokus pada pembinaan atlet. Tujuan utamanya jelas, sukses sebagai penyelenggara dan sukses dalam prestasi di ajang PON Nusa Tenggara XXII/2028 nanti.

Editor : Pujo Nugroho
#Pon 2028 #KONI NTB #Mori Hanafi #PON Nusa Tenggara 2028 #Pembagian Cabor PON 2028