Sepang Tak Dapat Uang Tiket F1 2026, Seluruh Pendapatan Masuk ke Bahrain

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 23:05 WIB
Sepang tak menerima pendapatan tiket Formula 1 2026. Seluruh pemasukan menjadi milik Bahrain, Malaysia membidik efek ekonomi Rp4,4 triliun.
Sepang tak menerima pendapatan tiket Formula 1 2026. Seluruh pemasukan menjadi milik Bahrain, Malaysia membidik efek ekonomi Rp4,4 triliun.

LombokPost – Kembalinya Formula 1 ke Sirkuit Internasional Sepang pada 2–4 Oktober 2026 ternyata tidak serta-merta mendatangkan pemasukan dari penjualan tiket bagi Malaysia. Seluruh pendapatan tiket balapan justru menjadi hak Bahrain sebagai pemegang kontrak Grand Prix.

CEO Sepang International Circuit (SIC), Azhan Shafriman Hanif, menjelaskan bahwa Bahrain telah membayar hosting fee kepada Formula 1 sehingga seluruh penerimaan dari penjualan tiket menjadi bagian dari hak penyelenggara Grand Prix Bahrain.

Akibat skema tersebut, pihak Sepang juga tidak memiliki kewenangan untuk menentukan harga tiket yang akan dijual kepada penonton.

Baca Juga: Era Baru F1 2026 Dimulai di Australia: Tanpa Dominasi Red Bull, Muncul Raksasa Baru Audi dan Cadillac!

"Semua pendapatan dari penjualan tiket akan kembali ke Bahrain, jadi kami tidak punya kewenangan penuh," ujar Azhan seperti dikutip dari Crash.

Tak hanya tidak menikmati pendapatan tiket, Malaysia juga ikut menanggung sebagian biaya operasional penyelenggaraan bersama Grand Prix Bahrain.

Nilai kontribusi tersebut diperkirakan mencapai USD 13 juta atau sekitar Rp 234 miliar.

Baca Juga: Rahasia Terbongkar! Aprilia Contek Teknologi F1 Agar Motor RS-GP Jadi 'Peluru' di Lintasan MotoGP, Pabrikan Lain Langsung Ketinggalan?

Meski demikian, Azhan menilai keuntungan utama yang diburu Malaysia bukan berasal dari tiket, melainkan dari efek ekonomi yang ditimbulkan selama penyelenggaraan Formula 1.

Menurutnya, kehadiran balapan paling bergengsi di dunia itu akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan industri makanan dan minuman, memperkuat aktivitas sponsor, hingga membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha lokal.

"Kalau melihat gambaran besarnya, kita harus melihat efek limpahan. Malaysia berpotensi memperoleh dampak ekonomi lebih dari RM1 miliar atau sekitar Rp4,4 triliun," katanya.

Baca Juga: Mobil F4 Ramaikan Mandalika Festival of Speed 2025, Balap Mobil F1 di Depan Mata?

Azhan juga optimistis penyelenggaraan Formula 1 kali ini akan mendapat sambutan jauh lebih besar dibandingkan saat Sepang terakhir menjadi tuan rumah pada 2017.

Menurut dia, popularitas Formula 1 meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah olahraga tersebut menjangkau generasi muda melalui berbagai platform digital dan serial dokumenter yang memperluas basis penggemar di seluruh dunia.

Karena itu, ia meyakini antusiasme penonton terhadap Formula 1 di Sepang akan jauh lebih tinggi dibandingkan sembilan tahun lalu, ketika penyelenggara harus bekerja keras untuk meningkatkan penjualan tiket.

Formula 1 musim 2026 dijadwalkan kembali ke Sepang pada 2–4 Oktober sebagai pengganti Grand Prix Bahrain yang dibatalkan akibat konflik di Timur Tengah. Meski berlangsung di Malaysia, balapan tersebut tetap menggunakan nama Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia sesuai kesepakatan antara Formula 1, Bahrain, dan Malaysia.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Jawa Pos
• GP Bahrain • Formula 1 Sepang • Sepang International Circuit • Formula 1 Malaysia F1 2026