Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penundaan One Gate System di Bangsal, Kusnawan: Benahi Dulu Infrastruktur

Baiq Farida • Kamis, 25 Agustus 2022 | 20:39 WIB
Lalu Kusnawan (Dewi/Lombok Post)
Lalu Kusnawan (Dewi/Lombok Post)
MATARAM-Penundaan One Gate System di Pelabuhan Bangsal dinilai menjadi langkah yang tepat. Sebagai upaya pembenahan infrastruktur sebelum sistem ini diterapkan sepenuhnya.

"Pada dasarnya setuju one gate system ini, namun perlu ditunda karena harus ada kajian lebih mendalam. Bagaimana memperbaiki infrastruktur di Pelabuhan Bangsal dan bagaimana memperbaiki sistem yang akan digunakan," ucap Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan di Kota Mataram, Rabu (24/8/2022).

Ia menjelaskan, one gate system bukan hanya berbicara persoalan fisik semata. Lebih kepada sejauh mana penerapan restribusi dan pungutan didalamnya. Ini dinilai bagus demi kelangsungan kenyamanan dan keamanan wisatawan.

"Jika kita paksakan ini (one gate system, red) sulit untuk berjalan dengan baik, justru memberikan image kurang bagus bagi dunia pariwisata," tambahnya.

Menurutnya, jika one gate system diterapkan tanpa persiapan matang akan berdampak pada tingginya komplain dari wisatawan. Persiapan yang dimaksud adalah pengawasan yang cukup bagus secara sistematis.

"Memang tujuan Pemkab KLU kan mau menghidupkan Bangsal, saya setuju agar semua dapat. Tapi untuk saat ini belum bisa, karena one gate system ini sekali dia (wisatawan, red) lakukan payment (pembayaran) itu sudah mencakup semua fasilitas, baik itu retribusi, pariwisata, akomodasi, kenyamanan dan keamanan," terangnya.

Selain itu, pemda setempat juga harus memikirkan sejauh mana komplain-komplain yang bisa timbul dari wisatawan dan harus segera siapkan solusinya. Salah satu komplain wisatawan, dari segi waktu tidak efisien.

"Ketika tamu sudah lakukan perjalanan cukup jauh, namun memiliki waktu terbatas untuk ke gili. Maka dari segi waktu tidak efisien, wisatawan duluan capek, tenaga terkuras banyak," terang Ketua IHGMA NTB ini.

Sebagai pelaku wisata setempat, ia pun mendorong sebelum penerapan one gate system diberlakukan maka semua infrastruktur dari Pelabuhan Bangsal hingga di tiga gili harus dibenahi dan diawasi maksimal.

"Simulasi pun harusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelum high season seperti ini, kalau sekarang (simulasi, red) bakal banyak komplain wisatawan," kata Kusnawan. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#Pelabuhan bangsal #One Gate System