LombokPost-Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB mendorong dan mengembangkan empat klaster unggulan yang ada di Lombok Utara.
”Ini merupakan langkah strategis mewujudkan stabilitas harga pangan dan optimalisasi potensi daerah yang terus digaungkan Bank Indonesia,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Berry Arifsyah Harahap.
Berry menjelaskan beberapa program yang telah dilaksanakan BI NTB di Lombok Utara yaitu pengembangan Klaster Sapi Ngiring Datu, Klaster Telur Ayam Ras, Klaster Bawang Merah, dan PSBI Grand House Vanili.
Klaster Sapi Ngiring Datu di Desa Ganggelang merupakan program pembinaan dan pendampingan BI NTB yang dimulai sejak 2018.
Kluster ini telah mengembangkan teknologi pertanian yang dapat mendukung kebutuhan pasar di Lombok Utara dan mampu mengembangkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi serta turut menyerap tenaga kerja bagi daerah sekitar.
Selanjutnya Klaster Telur Ayam Ras Telur Jago di Desa Santong merupakan program pembinaan dan pendampingan yang dimulai sejak 2020.
Hadirnya klaster ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar tradisional, namun juga bekerja sama dengan pasar ritel modern, yakni Hypemart dan menjadi pemasok saat harga tinggi pada program operasi pasar.
”Sebagai salah satu desa unggas di KLU, klaster ini juga telah melakukan mengembangkan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi,” katanya.
Klaster Bawang Merah (Kelompok Baro IV) Kecamatan Bayan merupakan program pembinaan dan pendampingan yang dimulai sejak 2021.
Klaster ini telah mengimplementasikan program integrated farming, yakni teknologi MA 11.
Klaster ini juga turut mendorong penyerapan tenaga kerja di daerah sekitar dan menjadi pemasok kebutuhan pasar.
Sedangkan, PSBI Grand House Vanili di Desa Leong mendukung produksi ekspor.
BI NTB telah memberikan PSBI kepada kelompok binaan green house yang telah bekerja sama dengan aggregator (CV Rempah Organik Lombok) bertujuan meendapatkan kualitas sesuai dengan permintaan pasar global khusunya pasar Amerika.
”Sejak tahun 2006, BI mulai mengembangkan klaster UMKM produsen komoditas unggulan daerah maupun komoditas ekspor. Program ini bertujuan meningkatkan kinerja UMKM yang tergabung dalam klaster, sehingga pada waktunya dapat berdampak pada peningkatan perekonomian daerah,” paparnya.
Sejalan dengan perkembangan arah kebijakan Bank Indonesia, pengembangan klaster kini lebih diarahkan pada upaya meningkatkan supli komoditas penunjang ketahanan pangan, khususnya komoditas volatile food.
Hal ini sebagai upaya Bank Indonesia dalam mendukung pengendalian inflasi.
”Kini kami berupaya penekanan inflasi dengan mengembangkan klaster komoditas penunjang ketahanan pangan,” ujarnya.
Dengan berbagai program tersebut, BI Perwakilan NTB mendapatkan apresiasi penghargaan dari Pemkab Lombok Utara atas dukungan terhadap peningkatan ekonomi dan investasi.
Pemkab mengapresiasi upaya pengembangan UMKM dari BI NTB melalui program klaster UMKM produsen komoditas unggulan maupun komoditas ekspor yang diberikan secara langsung saat perayaan HUT ke 16 Lombok Utara.
Sementara itu Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan komponen masyarakat yang telah bekerja sama, bahu-membahu dengan pemerintah daerah, bersatu langkah membangun menyatukan dengan kebersamaan.
Semoga kebersamaan ini dapat ditingkatkan, dipertahankan demi dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Lombok Utara yang maju. (nur/r12)
Editor : Kimda Farida