Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperkuat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA).
Rakor dibuka Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri. Tampak hadiri Kepala Dinas Sosial PPPA KLU Faturrahman, Ketua LPA Provinsi NTB, para narasumber, serta peserta dari 10 OPD terkait.
Direktur LKBP Nursida Syam menyampaikan, bahwa selama dua tahun terakhir pihaknya bersama Wahana Visi Indonesia telah melakukan pendampingan di 10 desa di Kecamatan Bayan.
Beberapa program yang telah dijalankan antara lain pembentukan forum anak desa di delapan desa binaan serta pembentukan sekolah perempuan yang melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Selain itu, Klub Baca Perempuan juga pernah mengirimkan perwakilan ke Jakarta untuk mengikuti PATBM Forum Anak,” ujarnya.
Sementara itu, Wabup Kusmalahadi dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi gugus tugas untuk meningkatkan sinergi, sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat lebih maksimal.
Menurutnya, Kabupaten Lombok Utara saat ini baru berada pada tahap awal untuk meraih predikat Kabupaten Layak Anak.
“Proses menuju predikat KLA membutuhkan perjalanan panjang dengan tahapan yang harus kita capai secara konsisten setiap tahun,” kata Kusmalahadi.
Dia menambahkan, selain isu KLA, Lombok Utara masih dihadapkan pada sejumlah persoalan lain, seperti kemiskinan dan stunting.
Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi semua pihak dengan mengambil peran sesuai tupoksi masing-masing.
“Dengan Rakor ini, indikator-indikator penilaian KLA diharapkan bisa kita penuhi secara bertahap,” imbuhnya.
Di akhir sambutan, Wabup Kus mengapresiasi inisiatif Klub Baca Perempuan bersama mitra dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Semoga ikhtiar kita bersama ini membuahkan hasil terbaik,” pungkas Kusmalahadi.
Editor : Redaksi Lombok Post