Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Begini Penjelasan Bupati KLU Soal Beach Well. Pastikan Tidak Merusak Ekosistem Laut

Habibul Adnan • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:40 WIB
BELI AIR UNTUK TERNAK: Warga Gili Meno menyiapkan galon yang dipakai untuk memberi minum ternak kuda.
BELI AIR UNTUK TERNAK: Warga Gili Meno menyiapkan galon yang dipakai untuk memberi minum ternak kuda.

LombokPost – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menggunakan sistem beach well dalam penyediaan air bersih di kawasan wisata Gili Meno. Teknologi tersebut dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan.

Bupati KLU Najmul Akhyar mengatakan, beach well tidak akan berdampak terhadap kerusakan ekosistem laut, seperti kekhawatiran banyak pihak.

Bahkan dia menyebut lebih aman dibanding pemasangan pipa bawah laut.

Menurutnya, opsi penggunaan pipa bawah laut justru memiliki risiko lebih besar terhadap lingkungan.

"Kalau menggunakan pipa air bawah laut, secara teknis sulit. Kemudian kalau bicara perlindungan potensi alam di bawah laut, justru itu bisa merusak terumbu karang," katanya.

Karena itu, pemerintah menawarkan sistem yang tidak merusak terumbu karang. Najmul menegaskan, sistem yang dipilih pemerintah tidak akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan pesisir. "Tidak akan merusak, tidak ada masalah," tegasnya.

Baca Juga: Pemda KLU Punya Perda Ketertiban Usaha

Najmul menjelaskan perubahan sistem penyediaan air bersih dari Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) menjadi metode beach well dilakukan untuk meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas layanan air bersih di Gili Meno.

Saat ini proyek tersebut tinggal menunggu proses perizinan dari pemerintah pusat.

Najmul juga mengingatkan, bahwa proyek penyediaan air bersih tersebut merupakan bagian dari skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Di mana dalam KPBU ini sudah ada perjanjian masa kerja sama selama 30 tahun. 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD KLU Kamah Yudiarto meminta pemerintah tidak terburu-buru menetapkan beach well sebagai solusi permanen penyediaan air bersih di Gili Meno. Menurutnya, kebijakan yang diambil harus didasarkan pada kajian.

Baca Juga: Realisasi PAD Kabupaten Lombok Utara Triwulan II Lewati Target. Tiga Gili Masih Jadi Andalan

Baik pengkajian secara ilmiah, teknis, hingga kajian lingkungan yang komprehensif. Jangan sampai karena mengejar solusi cepat, justru mengabaikan aspek keberlanjutan.

"Infrastruktur air bersih adalah investasi jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan bertahun-tahun ke depan," ujarnya.

Kamah meminta pemerintah membuktikan kelayakan teknologi beach well melalui kajian akademis yang terbuka.

Kajian tersebut harus mampu menjawab potensi intrusi air laut terhadap cadangan air tanah, dampak terhadap ekosistem pesisir dan terumbu karang, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kala Air Menjadi Barang Mewah di Gili Meno, di Tiap Kamar, Pengelola Hotel Pasang Imbauan Hemat Air

Ia juga meminta pemerintah membandingkan secara objektif opsi beach well dengan pembangunan jaringan pipa bawah laut.

Pembangunan jaringan pipa dari daratan menuju kawasan gili ini bahkan telah diterapkan di Gili Air.

"Saya tidak dalam posisi menyatakan beach well lebih buruk atau pipa bawah laut lebih baik. Yang saya minta adalah pemerintah membandingkan kedua opsi tersebut secara objektif berdasarkan data," tegasnya.

Editor : Kimda Farida
#air bersih di gili #beach well #air bersih Gili Meno #Swro #Pemda KLU