LombokPost - Pemda KLU saat ini tengahenggelar turnamen gasing di Lapangan Umum Desa Gondang, Kecamatan Gangga. Agenda ini menjadi rangkaian kegiatan Bulan Kebudayaan Daerah.
Langit siang di Lapangan Umum Desa Gondang tampak cerah. Di bawah rindangnya pepohonan, puluhan warga berkerumun membentuk lingkaran mengelilingi arena tanah yang telah diratakan.
Sorak-sorai sesekali pecah ketika sebuah gasing berhasil bertahan berputar lebih lama dibanding lawannya.
Di sudut lain, para peserta tampak serius melilitkan tali pada badan gasing kayu, memastikan setiap lilitan cukup kuat sebelum dilemparkan dengan hentakan penuh tenaga.
Begitulah suasana Turnamen Gasing Kebudayaan Cup I. Acara ini dilaksanakan Pemda KLU, sebagai rangkaian Bulan Kebudayaan Daerah dan peringatan HUT KLU ke-18.
Baca Juga: Gaji PPPK Paro Waktu KLU Dibayar Penuh Lewat APBD Perubahan
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU Raden Sawinggih, mengatakan, turnamen ini berlangsung pada 4–15 Juli 2026.
"Tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan kami memfasilitasi turnamen ini," ujarnya.
Menurutnya, gasing merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan. Dia bersyukur karena permainan tradisional itu hingga kini masih hidup dan berkembang di Lombok Utara.
Turnamen gasing ini kali perdana difasilitasi bidang Kebudayaan Dikbudpora. Pemda KLU membuka peluang memasukkan menjadi agenda tahunan resmi Bulan Kebudayaan Daerah.
Menurut Sawinggih, Bulan Kebudayaan Daerah tahun ini hadir dengan konsep berbeda.
Baca Juga: Bantuan Sosial di Lombok Utara Sasar 560 Lansia dan Disabilitas
Jika sebelumnya seluruh kegiatan dipusatkan di satu lokasi, kini di setiap kecamatan menjadi panggung bagi identitas budayanya masing-masing.
Kegiatan lain ada festival Sate Tanjung di Kecamatan Tanjung. Kemudian lomba karaoke Lagu Sasak Dayan Gunung di Kecamatan Pemenang. "Untuk turnamen Gasing di Kecamatan Gangga," tambahnya.
Pelaksanaannya di beberapa titik bertujuan agar masyarakat bisa merasakan langsung kedekatan dengan identitas budaya wilayahnya masing-masing.
"Untuk turnamen gasing ini bukan sekadar mencari juara, tapoi menjadi ruang pertemuan lintas generasi," tutup Sawinggih.
Editor : Kimda Farida