Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Samsung Galaxy G Fold Segera Rilis, Ponsel Lipat Tiga Rp49 Juta Cuma Fast Charging 25W!

Alfian Yusni • Sabtu, 7 Juni 2025 | 14:58 WIB
Di tengah tren flagship dengan fast charging 45W bahkan hingga 66W, Galaxy G Fold 25W dianggap tertinggal. (istimewa)
Di tengah tren flagship dengan fast charging 45W bahkan hingga 66W, Galaxy G Fold 25W dianggap tertinggal. (istimewa)

LombokPost - Samsung Galaxy G Fold, ponsel lipat tiga pertama dari Samsung,  segera meluncur dalam waktu dekat.

Bocoran terbaru mengungkap bahwa Galaxy G Fold sudah lolos sertifikasi 3C di China.

Yang mengejutkan, meski harga Samsung Galaxy G Fold tembus Rp49 juta lebih, perangkat ini hanya mendukung fast charging 25W, jauh di bawah ekspektasi untuk ponsel sekelas flagship premium.

Kecepatan pengisian daya ini jelas menimbulkan tanda tanya. Di tengah tren flagship dengan fast charging 45W bahkan hingga 66W, Galaxy G Fold 25W dianggap tertinggal.

Padahal, ini adalah ponsel lipat tiga pertama Samsung, produk revolusioner dengan tiga panel layar dan dua engsel, yang sebelumnya hanya sebatas konsep di ajang Unpacked Januari 2025 lalu.

Dengan harga diperkirakan di antara 3.000–3.500 dolar AS atau sekitar Rp49–57 juta, Galaxy G Fold bakal menjadi ponsel Samsung termahal di pasar konsumen.

Harga ini memang terkesan tinggi, tapi mengingat kompleksitas desain lipat tiga dan layar lebar berasio 16:10 seperti tablet, ini mungkin jadi harga yang "masuk akal" untuk teknologi baru.

Kenapa Samsung Galaxy G Fold hanya 25W?

Meski terdengar mengecewakan, Samsung punya alasan teknis. Diduga, desain lipat tiga membuat perangkat ini menggunakan tiga baterai terpisah, yang membatasi arus pengisian demi keamanan.

Ini juga selaras dengan filosofi Samsung yang tetap konsisten memakai port USB-C — standar universal yang cenderung lebih lambat dibanding charger proprietary seperti milik Huawei.

 

Sebagai pembanding, Huawei Mate XT bisa mencapai 66W, tapi dengan port khusus. Bahkan OnePlus melalui USB-C hanya mencapai 17W.

Anehnya, beberapa seri menengah Samsung seperti Galaxy A sudah mendukung 45W. Maka wajar jika penggemar berharap lebih untuk ponsel lipat tiga sekelas Galaxy G Fold.

Samsung Galaxy G Fold diperkirakan rilis kuartal ketiga 2025, setelah peluncuran Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6 pada Juli.

Strategi ini memberi ruang bagi Galaxy G Fold tampil sendirian, mencuri sorotan sebagai wajah baru ponsel lipat masa depan.

Setelah sukses menciptakan tren ponsel lipat sejak Galaxy Z Fold generasi pertama enam tahun lalu, Samsung kembali memperkuat posisinya sebagai pionir.

Kehadiran Galaxy G Fold sekaligus menjadi sinyal bahwa mereka siap menyambut era perangkat multi-panel, mendahului Apple yang belum juga merilis ponsel lipatnya.

Samsung Galaxy G Fold memang belum resmi meluncur, tapi gaungnya sudah terasa.

Pertanyaannya, apakah ponsel lipat tiga Rp49 juta ini hanya gimmick mahal? Atau benar-benar inovasi besar berikutnya? Kita tunggu kejutan Samsung dalam waktu dekat. (***)

Editor : Alfian Yusni
#ponsel lipat tiga #Galaxy G Fold #Samsung Galaxy G Fold