LombokPost – Jannik Sinner memulai perjalanan besarnya di Roland Garros 2026 dengan cara yang sangat meyakinkan.
Petenis nomor satu dunia itu tampil dominan saat menghancurkan wild card Prancis Clement Tabur 6-1, 6-3, 6-4 pada babak pertama di Court Philippe-Chatrier, Selasa malam (27/5) waktu setempat.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun Sinner menjadi 30 pertandingan musim ini.
Baca Juga: Perpisahan Emosional Stan Wawrinka di Roland Garros 2026: “Saya Merasa Seperti di Rumah”
Atmosfer pertandingan terasa spesial bagi petenis Italia tersebut. Roland Garros menjadi tempat kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya setelah gagal mengalahkan Carlos Alcaraz di final tahun lalu meski sempat memiliki tiga match point.
Namun kali ini, Sinner datang dengan mentalitas berbeda. Ia langsung menunjukkan mengapa dirinya kini menjadi favorit utama juara Roland Garros 2026.
Sejak awal pertandingan, Sinner tampil sangat agresif dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi Tabur untuk berkembang. Petenis Italia berusia 24 tahun itu mencatat 40 winner dan bahkan tidak menghadapi satu break point sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Amanda Anisimova Bangkit di Roland Garros 2026, Sempat Goyah setelah Dua Bulan Absen
Kombinasi permainan menyerang dan pertahanan solid membuat publik Paris kembali dibuat kagum. Salah satu momen terbaik hadir di set ketiga ketika Sinner menghasilkan forehand squash spektakuler sebelum menutup reli dengan backhand winner tajam.
“Saya sangat senang bisa kembali ke sini,” ujar Sinner seusai pertandingan. “Roland Garros adalah tempat yang sangat spesial bagi saya dan saya punya banyak kenangan di sini,” lanjutnya.
Sinner juga mengaku laga pembuka Grand Slam selalu penuh tekanan, terlebih dimainkan dalam sesi malam di Philippe-Chatrier. Meski begitu, performanya justru terlihat sangat tenang dan matang.
Baca Juga: Iga Swiatek dan Elena Rybakina Menggila di Roland Garros 2026, Lawan Dibuat Tak Berkutik
Musim 2026 sejauh ini memang menjadi milik Sinner. Ia sukses menyapu bersih gelar ATP Masters 1000 di Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma.
Keberhasilannya menjuarai Roma juga membuatnya menjadi petenis termuda kedua setelah Novak Djokovic yang mampu menyelesaikan Career Golden Masters. Kini fokus utama Sinner adalah memburu Career Grand Slam.
Jika berhasil menjadi juara Roland Garros tahun ini, ia akan menjadi petenis ketujuh di Era Terbuka yang mampu memenangkan seluruh turnamen Grand Slam. Modal menuju sejarah tersebut terlihat sangat kuat.
Selain performa luar biasa, Sinner juga tampil semakin matang secara mental setelah pengalaman pahit di final Roland Garros tahun lalu. Pada babak kedua nanti, Sinner akan menghadapi Juan Manuel Cerundolo yang sebelumnya menyingkirkan Jacob Fearnley.
Editor : Rury Anjas Andita