LombokPost – Roland Garros 2026 menjamin lahirnya finalis Grand Slam baru. Salah satu tiket menuju partai puncak akan diperebutkan dalam duel sengit antara Marta Kostyuk dan Mirra Andreeva pada semifinal yang berlangsung Kamis (4/6).
Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling dinanti di Paris. Selain mempertemukan dua pemain yang sedang berada dalam performa terbaiknya di lapangan tanah liat, pemenang duel tersebut juga akan melangkah ke final Grand Slam pertama dalam karier masing-masing.
Kostyuk datang dengan modal luar biasa. Petenis Ukraina peringkat 15 dunia itu mencatat 17 kemenangan beruntun dan belum tersentuh kekalahan sepanjang musim lapangan tanah liat 2026.
Baca Juga: Mirra Andreeva Menggila di Roland Garros, Libas Sorana Cirstea 56 Menit dan Kunci Tiket Semifinal
Sebaliknya, Andreeva membawa pengalaman lebih banyak di fase akhir Roland Garros. Petenis berusia 19 tahun itu telah dua kali menembus pekan kedua di Paris dan kini kembali mencapai semifinal untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir.
Kostyuk Unggul Head-to-Head
Secara statistik, Kostyuk memiliki keunggulan atas Andreeva. Ia memenangi dua pertemuan terakhir mereka musim ini. Yang paling berkesan terjadi pada final Madrid Open 2026. Saat itu Kostyuk mengalahkan Andreeva 6-3, 7-5 untuk merebut gelar WTA ketiganya.
Sebelumnya, Kostyuk juga menang saat keduanya bertemu di Brisbane International. Meski begitu, Kostyuk menegaskan bahwa catatan kemenangan tersebut tidak akan banyak berarti ketika keduanya bertemu di semifinal Grand Slam.
"Pada tahap ini Anda tidak bisa hanya bermain bagus. Anda harus benar-benar memenangkan pertandingan. Tidak ada yang akan memberikannya kepada Anda," ujar Kostyuk.
Musim Terbaik dalam Karier Kostyuk
Performa Kostyuk sepanjang 2026 menjadi salah satu cerita terbesar di WTA Tour. Petenis Ukraina itu sukses merebut gelar di Rouen dan Madrid, sekaligus menembus semifinal Roland Garros setelah menyingkirkan sejumlah lawan tangguh, termasuk rekan senegaranya Elina Svitolina di perempat final.
Kostyuk mengakui keberhasilannya tak lepas dari peran sang pelatih, Sandra Zaniewska. Menurutnya, kerja sama yang dimulai sejak 2023 itu menjadi fondasi utama perkembangan permainannya hingga mampu bersaing di level tertinggi.
Andreeva Ingin Tebus Kegagalan Masa Lalu
Di sisi lain, Andreeva datang dengan misi besar. Dua tahun lalu ia terhenti di semifinal Roland Garros setelah kalah dari Jasmine Paolini. Tahun lalu, langkahnya juga berhenti di perempat final saat menghadapi Lois Boisson.
Kini kesempatan emas kembali hadir. Andreeva tampil sangat dominan sepanjang turnamen. Pada perempat final, ia hanya membutuhkan 56 menit untuk menghancurkan Sorana Cirstea dengan skor telak 6-0, 6-3.
Petenis muda Rusia itu mengaku lebih siap secara mental dibanding dua tahun lalu. "Saya hanya ingin memberikan 100 persen kemampuan saya di setiap pertandingan. Dengan pola pikir seperti itu, saya merasa bermain jauh lebih mudah," kata Andreeva.
Duel Gaya Bermain yang Menarik
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua pemain memiliki karakter permainan berbeda. Kostyuk mengandalkan kekuatan forehand dan konsistensi dari baseline. Tinggi badannya juga membuat bola-bola topspin miliknya memantul lebih tinggi di lapangan tanah liat.
Sementara Andreeva dikenal sebagai salah satu pemain muda paling komplet di WTA saat ini. Kemampuannya mengubah ritme permainan, bertahan, dan menyerang dalam satu reli menjadi senjata utama yang membuat banyak lawan kesulitan.
Dengan performa terbaik yang sedang mereka tunjukkan, duel ini berpotensi menjadi salah satu pertandingan terbaik Roland Garros 2026.
Jadwal Semifinal Roland Garros 2026
- Marta Kostyuk vs Mirra Andreeva
- Lapangan Philippe-Chatrier
- Kamis, 4 Juni 2026
- Pukul 15.00 waktu setempat (sekitar 20.00 WIB)
Fakta Menarik Semifinal
- Kostyuk mencatat 17 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat.
- Andreeva mencapai semifinal Roland Garros untuk kedua kalinya.
- Head-to-head: Kostyuk unggul 2-0.
- Pemenang dipastikan melaju ke final Grand Slam pertama dalam kariernya.
- Roland Garros 2026 akan menghadirkan finalis Grand Slam baru di sektor tunggal putri.
Editor : Rury Anjas Andita