LombokPost - Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri telah menguji formasi 4-3-3 yang lebih menyerang saat melawan Torino.
Dia yang lebih terbiasa dengan 3-5-2, kini tampaknya mulai menguji skema ultra offensive yang ternyata membuahkan hasil.
AC Milan sanggup mencetak 3 gol dalam laga itu, meski pun juga akhirnya kebobolan 2 gol.
Perubahan ini menimbulkan pertanyaan kunci di lini pertahanan AC Milan.
Barisan bek AC Milan semisal Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, Koni De Winter hingga Strahinja Pavlovic telah berkembang dalam formasi tiga bek.
Dengan 4-3-3, artinya hanya dua yang dapat menjadi starter, meski khusus Fikayo Tomori bisa di pasang sebagai bek sayap kanan AC Milan.
Namun dia masih harus bersaing dengan sayap kanan lain AC Milan, yakni Alexis Saelemaekers dan Zachary Athekame.
Di sisi kiri, duel antara Davide Bartesaghi dan Percis Estupinan akan terjadi untuk memperebutkan slot yang ada.
Lini tengah AC Milan tetap stabil terlepas dari sistemnya, di sana sudah ada Youssouf Fofana, Luka Modric, dan Adrien Rabiot.
Baca Juga: Grasak-Grusuk AC Milan Buru Pemain Incaran, Ini Kriterianya
Pelapisnya adalah gelandang lain semisal Ardon Jashari, Samuele Ricci, hingga Ruben Loftua-Cheek.
Sedangkan dalam formasi tiga penyerang, sisi kanan akan diisi Christian Pulisic, dan kiri Rafael Leao.
Pilihan penyerang tengahnya adalah Santiago Gimenez, Christopher Nkunku, atau Niclas Fullkrug.
Formasi ini terutama berpotensi dipakai AC Milan saat menghadapi tim lebih lemah.
Sebuah formasi yang sejatinya cukup sering digunakan AC Milan sebelum era Massimiliano Allegri. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic