Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eropa Bangun ”DeepSeek” Sendiri, Efek Aliansi dengan AS Merenggang

L
Penulis: Lombok Post Online❯
AI Indonesia 2025 bukan sekadar tren. Ini panggilan untuk berubah. (istimewa)
AI Indonesia 2025 bukan sekadar tren. Ini panggilan untuk berubah. (istimewa)

LombokPost - Upaya Eropa membangun akal imitasi (AI) mandiri kini bergerak dari wacana menjadi strategi geopolitik.


Advertisement

Hal itu tak lepas dari aliansi dengan Amerika Serikat (AS) yang merenggang. Dorongan menguat seiring keberhasilan DeepSeek dari Tiongkok.

Selama lebih dari satu dekade, perusahaan-perusahaan AS mendominasi hampir seluruh rantai nilai AI. Mulai dari desain dan manufaktur prosesor, kapasitas pusat data, hingga pengembangan model dan aplikasi.

Keunggulan ini diperkuat arus investasi besar ke sektor teknologi AS, menjadikan Eropa tertinggal dan bergantung pada infrastruktur digital di luar kawasan.

Advertisement

Awal Januari lalu, misalnya. Kepala badan keamanan siber nasional Belgia mengatakan kepada Financial Times bahwa Eropa telah ”kehilangan internet” dan perlu menerima kenyataan adanya tingkat ketergantungan tertentu terhadap infrastruktur digital AS.

”Kita terlalu mudah percaya pada narasi bahwa inovasi hanya terjadi di Amerika Serikat bahwa Eropa telah tertinggal dalam perlombaan kecerdasan buatan dan bahkan tidak perlu lagi berupaya mengejarnya,” ujar Rosaria Taddeo, profesor etika digital dan teknologi pertahanan di University of Oxford seperti dilansir dari Wired.

”Itu adalah narasi yang berbahaya,” sambungnya seraya menegaskan bahwa AI kini harus diperlakukan sebagai infrastruktur strategis, bukan sekadar produk komersial.

Advertisement

Pendekatan Terbuka

Salah satu keunggulan potensial Eropa terletak pada pendekatan terbuka. Berbeda dengan perusahaan besar AS yang tertutup mengenai data pelatihan dan desain model, sejumlah laboratorium Eropa memilih mengembangkan AI secara terbuka agar dapat digunakan dan disempurnakan bersama.

”Anda mampu melipatgandakan kekuatan model-model ini,” kata Wolfgang Nejdl, profesor ilmu komputer di Leibniz Universitat Hannover dan direktur L3S Research Center, yang terlibat dalam konsorsium pengembangan model bahasa besar Eropa.

Proyek sumber terbuka SOOFI yang melibatkan Nejdl juga menargetkan pengembangan model bahasa besar serbaguna (LLM) kompetitif dengan sekitar 100 miliar parameter dalam satu tahun ke depan. ”Kami akan menjadi DeepSeek-nya Eropa,” tegas Nejdl.

Lanskap Geopolitik

Urgensi kemandirian AI di Eropa juga dipercepat oleh perubahan lanskap geopolitik. Hal itu tercermin setelah Komisi Eropa menjatuhkan denda sebesar USD 140 juta (Rp 2,37 triliun) kepada platform X milik Elon Musk. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengecam langkah tersebut sebagai “serangan terhadap platform teknologi Amerika oleh pemerintah asing”. (din/dns/JPG/r3)

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gubernur Iqbal Arahkan Pembangunan NTB dengan Kebijakan Berbasis Data

Gubernur Iqbal Arahkan Pembangunan NTB dengan Kebijakan Berbasis Data

Gubernur Iqbal perkuat NTB Satu Data dengan dukungan Australia, targetkan kebijakan pembangunan lebih terukur dan berbasis bukti.

117 Kecamatan di NTB Jadi Perhatian dalam Peta Pangan

117 Kecamatan di NTB Jadi Perhatian dalam Peta Pangan

Ketahanan pangan NTB dipetakan hingga kecamatan, dengan 117 wilayah masuk prioritas berdasarkan kondisi pangan 2025.

Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lobar Didorong Lewat Integrasi Ekosistem Digital Berbasis Data

Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lobar Didorong Lewat Integrasi Ekosistem Digital Berbasis Data

Dengan fondasi data yang terintegrasi dan mekanisme layanan yang terhubung hingga tingkat desa, Pemkab Lombok Barat mendorong pendataan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer