LombokPost-Usaha lesehan khas daerah sedang berkembang pesat di Pulau Sumbawa. Salah satunya adalah Lesehan Bestungil yang ada di Jalan Bung Karno lintas Kerato Sernu Sumbawa Besar. Lesehan ini sangat ramai dikunjungi lantaran memiliki menu khas yang dinilai berbeda dari yang lainnya.
Owner Lesehan Bestungil Nurul Baharun mengatakan, dirinya menjalankan usaha ini sudah tujuh tahun. Ada beragam menu khas Sumbawa yang disajikan. Mulai dari ikan laut bakar sira padang, ayam goreng sira bagek, sepat, singang, dan lainnya.
Selain menyediakan porsi personal, Nurul juga menyediakan porsi paketan di lesehannya. Menariknya, setiap pemesanan porsi paketan akan diberikan bonus satu nampan rujak buah.
Untuk menu sepat, Nurul menamakannya dengan sepat manohara. Sepat ini diklaimnya berbeda dibandingkan dengan menu Sepat khas Sumbawa lainnya. Yakni, kuahnya yang bening lantaran hanya memakai belimbing wuluh, mangga muda dengan jeruk monte dan kemangi khas Sumbawa. ”Bahannya itu ada bawang merah, dan tomat yang diulek bersama belimbing wuluh, ini hanya ada di saya dan namanya sepat cobek manohara,” jelasnya.
Jenis ikan yang digunakan, kata perempuan berhijab ini adalah beragam ikan laut. Paling banyak diminati itu ikan kakap putih dan kerapu. Selain itu, juga bisa ditambahkan dengan udang dan kepiting bakar.
Dalam sehari, Nurul bisa menghabiskan satu boks ikan ukuran 25 hingga 30 kilogram untuk menu sepat saja. Bahkan, dirinya juga menyediakan menu sepat dengan isian yang dipesan oleh customer. ”Ada sepat udang, telur, udang laut, dan lainnya,” katanya.
Soal harga, sangat ramah di kantong. Mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 125 ribu per kilogram tergantung jenis ikannya. Cara pengolahan bumbu Sepat pun bisa diatur sesuai keinginan pembeli. Ada yang ingin semua bahannya dibakar, dan ada juga yang tidak. ”Tetapi saya itu ciri khasnya sepat bumbu mentah, jadi kuahnya bening karena tidak di bakar dan bahannya itu yang fresh,” bebernya.
Selain sepat, Lesehan Bestungil ini juga menyediakan menu khas Sumbawa lainnya, yakni singang. Namanya pun cukup nyeleneh, yakni singang Prancis. Kata Nurul, dinamai begitu agar pelanggan merasa menikmati menu ini di dekat Menara Eiffel. ”Ada juga ikan bakar sira padang, mirip balado tapi bumbu khas Sumbawa, ada juga ayam goreng sira bagek dan daging sapi sira bagek yang dimakan dengan sambal jeruk,” tandasnya.
”Alhamdulillah kita setiap hari selalu ramai baik libur maupun hari kerja di jam makan siang sampai jam tiga. Malamnya juga ramai dan kita juga buka sampai jam 12 malam,” tandasnya.
Salah satu pelanggan Lesehan Bestungil Ratna Sari mengatakan, dirinya sangat menyukai menu Sepat lesehan ini. Sebab selain enak, kuahnya juga segar. Dirinya biasa datang bersama temannya untuk makan siang. ”Harganya juga cukup murah,” katanya. (fer/r9)
Editor : Rury Anjas Andita