Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6,5 Ton Beras Diguyur ke Korban Bencana Ampenan

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram melaporkan telah menyalurkan sedikitnya 6,5 ton beras bantuan untuk meringankan beban ratusan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak cuaca ekstrem.
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram melaporkan telah menyalurkan sedikitnya 6,5 ton beras bantuan untuk meringankan beban ratusan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak cuaca ekstrem.

LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menangani dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah pesisir.


Advertisement

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram melaporkan telah menyalurkan sedikitnya 6,5 ton beras bantuan.

Ini untuk meringankan beban ratusan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak cuaca ekstrem di pengujung Januari 2026 ini.

Advertisement

“Bantuan beras cadangan pangan itu sudah kami salurkan melalui kecamatan masing-masing,” kata Kepala DKP Kota Mataram Sudirman. 

Bantuan tersebut menyasar 653 KK yang tersebar di dua wilayah terdampak paling parah, yakni Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela.

Dua wilayah ini menjadi zona merah lantaran lokasinya yang bersentuhan langsung dengan garis pantai dan muara sungai. Penyaluran beras ini merupakan langkah darurat untuk memastikan ketahanan pangan warga tetap terjaga pasca hantaman gelombang pasang dan banjir rob. 

Data DKP mencatat, sebanyak 300 KK di Kecamatan Ampenan telah menerima distribusi pada Jumat (23/1) lalu. Sementara itu, 353 KK di Kecamatan Sekarbela mendapatkan giliran di penghujung Januari. Mayoritas penerima manfaat adalah keluarga nelayan yang kehilangan mata pencaharian akibat cuaca buruk dan huniannya terendam air.

Setiap KK menerima paket beras kemasan 10 kilogram. Teknis pembagian di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kelurahan untuk menjamin ketepatan sasaran. 

“Kami kemas per 10 kilogram agar memudahkan mobilisasi. Kelurahan yang paling tahu siapa saja korbannya, sehingga bantuan ini benar-benar by name by address,” tegasnya.

Meski penyaluran di dua kecamatan berjalan mulus, Sudirman memberikan catatan serius bagi empat kecamatan lainnya. Hingga saat ini, pihak DKP masih menunggu data riil warga terdampak dari camat dan lurah di wilayah selain Ampenan dan Sekarbela.

Ia mengingatkan, beras cadangan pangan tidak bisa dikeluarkan secara serampangan. Perlu ada usulan resmi sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah. 

“Bantuan ini tidak bisa otomatis keluar. Harus ada usulan dari bawah. Kami harap pihak kelurahan dan kecamatan segera bergerak. Makin cepat diusulkan, makin cepat warga dibantu,” imbuhnya.

Di sisi lain, penyaluran 6,5 ton beras ini secara otomatis menguras stok cadangan pangan bencana daerah. Dari total pagu 20 ton beras yang disiapkan Pemkot Mataram untuk tahun anggaran 2026, kini hanya tersisa sekitar 13,5 ton.

Angka ini dianggap cukup krusial mengingat tahun 2026 baru berjalan dua bulan, sementara potensi bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim masih diprediksi menghantui hingga pertengahan tahun. Sudirman berharap sisa stok yang ada dapat mencukupi kebutuhan darurat hingga akhir tahun.

“Kami masih punya stok 13,5 ton. Kami akan sangat selektif dan berhati-hati dalam penyaluran agar cadangan ini tetap tersedia hingga masa puncak kerawanan pangan terlewati,” pungkasnya. 

Advertisement
Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dikes Mataram Ajukan Revitalisasi Puluhan Faskes ke Pusat

Dikes Mataram Ajukan Revitalisasi Puluhan Faskes ke Pusat

Dinas Kesehatan (Dikes) tengah menggenjot usulan revitalisasi fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

Dapur MBG Diklaim Dapat Tekan Pengangguran di Kota Mataram

Dapur MBG Diklaim Dapat Tekan Pengangguran di Kota Mataram

tetapi juga berpotensi besar dalam menekan angka pengangguran terbuka serta menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan di daerah.

Bukan Sekadar Nongkrong! LPA Mataram Bongkar Modus Praktik Open BO di Kafe

Bukan Sekadar Nongkrong! LPA Mataram Bongkar Modus Praktik Open BO di Kafe

LPA) Kota Mataram membongkar modus baru di mana aktivitas nongkrong para remaja ini menyamarkan praktik eksploitasi anak, mulai dari pekerja

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer