LombokPost – Jika sering melewati jalan-jalan tua di berbagai kota di Indonesia, mungkin pernah bertanya-tanya mengapa banyak pohon asam jawa yang berjajar rapi di pinggirnya. Termasuk di sekitar Jalan Pejanggik dan selaparang Kota mataram.
Ternyata, penanaman pohon ini di era kolonial Belanda bukan sekadar untuk penghijauan biasa. Ini juga merupakan sejarah yang bisa dicontoh untuk masa saat ini.
Ada tujuan praktis dan strategis di balik pemilihan Tamarindus indica atau Asem Jawa sebagai penjaga jalanan!
Penelitian sejarah dan arsitektur kolonial mengungkapkan, Pemerintah Hindia Belanda menanam pohon Asem Jawa di sepanjang jalan bukan tanpa alasan.
Fungsi utamanya adalah memberikan keteduhan maksimal bagi para pengguna jalan.
Di iklim tropis yang panas menyengat, bayangan rimbun pohon asam membuat perjalanan lebih nyaman, terutama mengingat transportasi utama kala itu adalah kuda atau berjalan kaki.
Imagine betapa sengsaranya prajurit atau pedagang yang harus berjalan di bawah terik matahari tanpa peneduh!
Namun, keteduhan hanyalah salah satu manfaat.
Pohon Asem Jawa juga berfungsi sebagai penanda jalan atau batas wilayah.
Akarnya yang kokoh dan batangnya yang besar menjadikannya patokan alami yang mempermudah navigasi bagi para tentara, pedagang, dan pengangkut barang yang melintasi wilayah baru.
Pilihan pada pohon Asem Jawa juga tak lepas dari karakteristiknya yang unggul.
Pohon ini terkenal tahan terhadap cuaca ekstrem dan memiliki sistem akar yang kuat, efektif mencegah erosi di sepanjang tepi jalan.
Ini menjadikannya solusi alami yang mendukung stabilitas infrastruktur jalan yang dibangun Belanda.
Tak hanya itu, buah Asem sendiri memiliki nilai ekonomis dan manfaat kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, menjadi nilai tambah yang mungkin juga dipertimbangkan oleh pemerintah kolonial.
Bahkan, keberadaan pohon-pohon besar ini secara tidak langsung membantu mengontrol kecepatan kendaraan atau kereta kuda yang melintas.
Jalur yang teduh dan seringkali berliku mendorong pengendara untuk lebih berhati-hati.
Dengan berbagai manfaat multifungsi—mulai dari keteduhan, penanda navigasi, penahan erosi, hingga nilai ekonomis—pohon Asem Jawa menjadi pilihan cerdas yang mendukung infrastruktur masa kolonial.
Kini, deretan pohon asam itu tak hanya menjadi saksi bisu sejarah dan memberikan manfaat di masanya.
Itulah manfaat dan fungsi dari adanya pohon asem jawa di jalanan pada masa pemerintahan kolonial
Apakah ada yang menanam asem jawa untuk membuat rindang halaman dan pekarangan rumah?
Editor : Redaksi Lombok Post