Benny mengatakan, penempatan kerja di Korsel saat ini menjadi idola para Pekerja Migran Indonesia. Oleh sebab itu, BP2MI akan berjuang keras memecahkan rekor baru dalam target penyaluran 16 ribu Pekerja Migran Indonesia ke Korsel tersebut.
"Target tahun ini mudah-mudahan bisa menembus 16 ribu, karena di tahun sebelumnya, sebelum saya memimpin, angka penempatan G to G itu hanya 7 ribu. Pada 2022, (saat Benny memimpin BP2MI) itu (Pekerja Migran Indonesia) menembus kurang lebih mendekati angka 12 ribu, itu rekor," kata Benny.
Benny mengungkapkan, BP2MI akan terus memberikan glorifikasi (kehormatan) kepada seluruh Pekerja Migran Indonesia. Pada malam hari ini, sebanyak 365 Pekerja Migran Indonesia berangkat ke Korsel, hasil kerja sama BP2MI dengan PT Garuda Indonesia.
"Sisanya, ada yang berangkat besok, karena kita melihat kesediaan seat (bangku) pesawat. Kita kerja sama dengan Garuda, dulu itu orang bebas menempatkan BP2MI dengan penerbangan-penerbangan swasta dan di era ini kita ingin mengakhiri," ujar Benny.
Kemudian, Benny berkomitmen, terus berjuang memberikan keuntungan kepada negara dan Pekerja Migran Indonesia, dan bukan untuk pihak swasta. "Kalau pun kita ingin memberikan keuntungan dan ada pihak yang mendapatkan keuntungan, ya negara. Ngapain kita harus membuat swasta lebih kaya dari pada negara," tegas Benny.
Lanjutnya, Benny menegaskan, pemukaran mata uang asing yang dilakukan Pekerja Migran Indonesia di arahkan BP2MI agar menukarnya pada bank Himbara (bank-bank milik BUMN). "Demikian juga dengan kurs, kurs sekarang tidak boleh lagi bank-bank swasta, kurs kita hanya dengan bank pemerintah, bank pembangunan daerah dan himbara," tutur Benny.
Ke depannya, Benny mengaku, BP2MI juga akan menyalurkan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang dan Jerman. Jika sesuai rencana, akan dilakukan pada Juni 2023 mendatang.
"Sebenarnya banyak yang kita tempatkan, nanti bulan Juni kita lepas ke Jepang, Jerman sudah mulai jalan. Kita ingin merubah wajah, bagaimana wajah mereka yang menguatkan, mereka percaya diri bahwa sesungguhnya Pekerja Migran Indonesia adalah dignity dan harga diri negara," tutup Benny. (bng/r10)
Editor : Baiq Farida