Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menelusuri Proses Keberangkatan Haji di Berbagai Negara, Dari yang Termudah hingga Tersulit

Alfian Yusni • Jumat, 2 Mei 2025 | 13:00 WIB

 

Haji.
Haji.

LombokPost - Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Namun, proses keberangkatan haji sangat bervariasi tergantung dari negara asal jamaah.

Beberapa negara memiliki proses yang cepat dan mudah, sementara negara lain menghadapi antrean panjang dan birokrasi rumit.

Berikut adalah gambaran proses haji di beberapa negara, disusun dari yang paling mudah hingga paling kompleks.

1. Negara-Negara Eropa Barat (Seperti Spanyol dan Belanda): Proses Paling Mudah

Negara-negara ini memiliki populasi Muslim yang relatif kecil, sehingga kuota haji yang diberikan Arab Saudi sering kali tidak terisi sepenuhnya.

Karena itu, pendaftar bisa langsung berangkat tanpa antrean panjang.

Warga negara atau pemegang izin tinggal cukup mendaftar ke agen travel resmi yang ditunjuk Kementerian Haji Arab Saudi.

Proses ini bisa selesai dalam hitungan bulan.

2. Jerman: Cepat dan Efisien

Di Jerman, masa tunggu haji hanya sekitar lima bulan. Biaya berkisar antara €5.000–€6.000.

Baca Juga: Garuda Indonesia Layani Penerbangan Haji 2025 untuk Tujuh Embarkasi, Ini Fasilitas Pesawat Embarkasi Lombok Boeing 777-300ER

Muslim yang ingin berhaji cukup memiliki izin tinggal permanen dan paspor sah, lalu mendaftar melalui agen resmi.

Dalam tahun yang sama, mereka bisa langsung berangkat.

3. Jepang dan Korea Selatan: Mudah tapi Biaya Tinggi

Muslim di Jepang dan Korea Selatan juga menghadapi proses yang relatif mudah.

Jepang, misalnya, hanya mensyaratkan pemegang zairyu card (izin tinggal) yang sah untuk mendaftar.

Tidak ada sistem antrean panjang, dan biaya haji dari Jepang atau Korea Selatan berkisar antara Rp100 juta–Rp130 juta.

Photo
Photo

4. Malaysia dan Brunei: Sistemik tapi Mulai Padat

Meski memiliki sistem yang cukup rapi dan didukung pemerintah, Malaysia dan Brunei mulai mengalami antrean karena minat yang tinggi.

Di Malaysia, jamaah harus mendaftar melalui Tabung Haji dan biasanya menunggu 10–20 tahun.

Namun, jalur percepatan tetap tersedia bagi mereka yang menggunakan jasa haji khusus.

5. Amerika Serikat, Kanada, dan Australia: Kini Menggunakan Undian Online

Baca Juga: Bupati LAZ Minta Didoakan Jamaah Calon Haji untuk Lakukan Perubahan di Lobar

Sebelum 2022, warga Muslim di negara-negara ini bisa berhaji melalui agen perjalanan terdaftar.

Namun sejak diberlakukan sistem Motawif (platform daring resmi Arab Saudi), mereka harus mendaftar secara online dan menunggu hasil undian.

Banyak jamaah mengeluhkan sistem ini karena kurang transparan dan membingungkan, bahkan memaksa mereka membayar mahal tanpa jaminan keberangkatan.

6. Indonesia: Proses Paling Kompleks dan Lama

Indonesia menempati posisi sebagai negara dengan antrean haji terpanjang

Negara-negara minoritas Muslim cenderung lebih cepat dalam pengurusan haji.

Sedangkan negara dengan populasi besar seperti Indonesia harus berjuang menghadapi tantangan antrean panjang dan sistem kuota.(***)

Editor : Alfian Yusni
#Haji #keberangkatan haji #muslim