Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Profil dan Rekam Jejak Try Sutrisno, dari Panglima ABRI yang Jadi Wapres Soeharto

Akbar Sirinawa • Senin, 2 Maret 2026 | 19:30 WIB

Try Sutrisno.  (Wikipedia/Presidential Secretariat of the Republic of Indonesia - Ministry of Information of the Republic of Indonesia, Domain Publik)
Try Sutrisno. (Wikipedia/Presidential Secretariat of the Republic of Indonesia - Ministry of Information of the Republic of Indonesia, Domain Publik)

LombokPost-Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno merupakan salah satu tokoh militer Indonesia yang menapaki karier panjang di TNI Angkatan Darat sebelum mencapai puncak jabatan sebagai Panglima ABRI dan kemudian Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998. Ia wafat pada 2 Maret 2026 di Jakarta.

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 November 1935. Ia menempuh pendidikan militer teknik dan kemudian bergabung dalam kecabangan Zeni TNI Angkatan Darat.

Pada masa awal kariernya, ia terlibat dalam berbagai penugasan operasi militer dalam negeri pada periode konsolidasi keamanan nasional akhir 1950-an dan awal 1960-an, termasuk operasi terkait integrasi Irian Barat.

Karier Try berkembang melalui jalur komando dan staf. Pada 1970-an, ia dipercaya memegang sejumlah jabatan kewilayahan strategis.

Ia pernah menjabat Panglima Kodam IV/Sriwijaya dan kemudian Panglima Kodam V/Jaya, dua posisi penting dalam struktur komando teritorial TNI AD.

Pada Agustus 1985, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad). Setahun kemudian, pada 1986, ia dipercaya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Posisi tersebut menempatkannya sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Angkatan Darat.

Puncak karier militernya dicapai pada 1988 ketika ia dilantik sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pangab), menggantikan Jenderal TNI L. B. Moerdani.

Saat itu, ABRI masih mencakup TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Kepolisian Republik Indonesia. Ia menjabat Pangab hingga 1993.

Pada Sidang Umum MPR 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Suharto.

Ia menjabat selama satu periode, 1993–1998, pada fase akhir pemerintahan Orde Baru.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Try tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan dan organisasi purnawirawan TNI.

Ia dikenal sebagai figur militer yang meniti karier dari satuan teknis hingga pucuk pimpinan ABRI, sebelum berkiprah di panggung politik nasional.

Timeline Jejak Karir Militer Try Sutrisno

???? Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 November 1935.

1956 – Diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).
1957 – Terlibat dalam operasi militer melawan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
1959 – Lulus Atekad dan dilantik menjadi perwira TNI AD (Letnan Dua Corps Zeni).

1974 – Diangkat menjadi ajudan Presiden Soeharto (peringkat menengah).
1978 – Menjabat Kepala Komando Daerah Staf (Kasdam) Kodam XVI/Udayana.
1979 – Menjabat Panglima Kodam IV/Sriwijaya.
1982 – Menjabat Panglima Kodam V/Jaya dan berpangkat Mayor Jenderal.

Agustus 1985 – Pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Jenderal TNI dan diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad).
Juni 1986 – Diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Rudhini; menjabat sekitar satu setengah tahun.

1988–1993 – Menjabat Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pangab), pucuk pimpinan ABRI yang mencakup TNI AD, AL, AU, dan Polri.

1993 – Pensiun dari dinas aktif TNI setelah menjabat Pangab dan kemudian terpilih menjadi Wakil Presiden RI periode 1993–1998.

Editor : Akbar Sirinawa
#try sutrisno #wapres try sutrisno #Try Sutrisno meninggal dunia #soeharto #Profil Try Sutrisno