LombokPost - Berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat hingga belahan dunia bersiap untuk "menggelapkan" diri sejenak.
Aksi lingkungan global terbesar, Earth Hour 2026, akan kembali dilaksanakan serentak di seluruh dunia pada Sabtu malam besok, 28 Maret 2026, tepat pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.
Selama satu jam penuh, masyarakat diajak untuk mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan sebagai simbol kepedulian terhadap masa depan planet bumi.
Satu Jam untuk Perubahan Besar
Earth Hour bukan sekadar aksi mematikan lampu. Ini adalah gerakan kolektif untuk menciptakan "Jam Terbesar untuk Bumi".
Dengan memberikan waktu 60 menit untuk lingkungan, kita berkontribusi secara nyata dalam mengurangi emisi karbon dan menekan konsumsi energi yang berlebihan.
Baca Juga: Earth Hour 2019 di Mata Masyarakat Ibu Kota Mataram
"Satu jam mungkin terasa singkat, namun jika dilakukan secara serentak oleh jutaan orang, dampaknya sangat luar biasa bagi upaya mitigasi perubahan iklim," tulis pernyataan resmi dari laman EarthHour.org.
Dukungan Ikonik di NTB
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah titik ikonik di Kota Mataram dan kawasan wisata di Lombok diprediksi akan turut serta dalam aksi ini.
Beberapa hotel di kawasan Senggigi dan pusat perbelanjaan di Mataram biasanya melakukan pemadaman lampu dekoratif sebagai bentuk komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga menghimbau masyarakat di pemukiman untuk ikut berpartisipasi dengan cara sederhana:
Matikan Lampu Terang: Fokus pada lampu luar atau ruangan yang tidak digunakan.
Cabut Perangkat Elektronik: Matikan televisi atau perangkat yang berada dalam mode standby.
Refleksi Diri: Gunakan waktu satu jam tersebut untuk berbincang bersama keluarga atau merenungkan langkah kecil apa yang bisa kita lakukan untuk lingkungan sekitar.
Relevansi di Tengah Krisis Energi
Aksi Earth Hour tahun ini terasa semakin krusial mengingat gejolak energi global yang tengah terjadi. Dengan melakukan penghematan secara sadar, warga NTB tidak hanya membantu bumi, tetapi juga mendukung program efisiensi energi nasional yang tengah digalakkan pemerintah.
Di Mataram, sudah mulai merasakan dampak perubahan cuaca yang ekstrem. Partisipasi dalam Earth Hour adalah pernyataan sikap bahwa warga Lombok peduli pada kelestarian alam kita sendiri.
Ajak Keluarga dan Kerabat
Jangan lewatkan momen berharga ini. Pastikan menyetel pengingat pada Sabtu malam pukul 20.30 WITA.
Mari tunjukkan bahwa dari Pulau Seribu Masjid, bisa memberikan kontribusi nyata bagi dunia yang lebih hijau.
Sampai jumpa di kegelapan yang bermakna!
Editor : Kimda Farida