Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Awal Puasa Ramadan 2026 atau 1447 H, Jatuh Tanggal 19 Februari 2026

Prihadi Zoldic • Selasa, 17 Februari 2026 | 07:55 WIB
Anggota MPR RI Dr Nanang Samodra.
Anggota MPR RI Dr Nanang Samodra.

 

Oleh Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA. M Sc. (Pengamat Astronomi Universitas Islam Al Azhar Mataram).

LombokPost - Awal Puasa Ramadan tahun 2026 atau 1447 H, jatuh pada tanggal 19 Februari 2026.

Berdasarkan hasil perhitungan (hisab) sebagai berikut:

Hasil perhitungan awal Puasa Ramadhan 1447 H, tanggal 17 Februari 2026, bulan baru (ijtimak) jam 19:01 (WIB). 

Matahari terbenam di Jakarta
jam 18:15 (WIB)

Matahari terbenam di Mataram
jam 18:40 (WITA)

Matahari terbenam di Jayapura
jam 17:57 (WIT)

Matahari terbenam di Sabang
jam 18:54 (WIB)

Pada semua titik yg diamati, tidak ada satu pun yang waktu matahari terbenamnya melewati pukul 19:01 WIB, dan itu semuanya jauh dari kriteria MABIMS yang disepakati oleh negara- negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. 

Dr H Nanang Samodra
Dr H Nanang Samodra

Berarti seluruh wilayah Indonesia, besok tanggal 18 Februari 2026 belum memasuki bulan Ramadan, dan puasa Ramadan akan dimulai hari Kamis tgl 19 Februari 2026.

Tulisan di atas hanyalah pandangan saya sebagai pengamat astronomi, sedangkan keputusan kapan kita akan mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadan, sebaiknya kita, menunggu hasil sidang isbath yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, atau menurut keyakinan masing- masing.

Sidang isbath sendiri akan dilakukan setelah magrib hari Selasa, tanggal 17 Februari 2026.

Lantas mengapa hasil hitungan Muhamadiyah, awal puasa jatuh pada hari Rabu 18 Februari 2026?

Mereka meyakini pandangan baru, bahwa satu hari itu merupakan satu tanggal internasional untuk seluruh dunia.

Konsekuensinya apabila ada satu wilayah mana pun di belahan dunia, yang mataharinya terbenam setelah bulan baru (ijtimak) maka berarti keesokan harinya mulai puasa.

Sebelumnya pendekatan yang digunakan adalah wilayah suatu negara, dan mulai tahun ini berubah menjadi wilayah secara internasional.

Contoh: salah satu kota di belahan barat dunia (Anchorage Alasaka) yang waktu terbenam mataharinya setelah terjadinya bulan baru (ijtimak).

Matahari terbenam di Anchorage Alaska jam 17:53 (AKST) tanggal 17 Februari 2026 atau, jam 09:53 (WIB) tanggal 18 Februari 2026, dengan perbedaan waktu 16 jam lebih lambat dari WIB.

Bulan baru (ijtimak) terjadi tanggal 17 Februari 2026 jam 19:01 (WIB) atau jam 03:01 (AKST), berarti ijtimak terjadi jauh sebelum matahari terbenam di Anchorage Alaska. (selisih 14 jam 52 menit).

Dengan demikian bulan Ramadan telah masuk dan warga Muhamadiyah melaksanakan puasanya dimulai pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2026.

Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA. M Sc.
Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA. M Sc.

Catatan:
MABIMS Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura
WIB Waktu Indonesia Barat
WITA Waktu Indonesia Tengah
WIT Waktu Indonesia Timur
AKST Alaska Standard Time

Editor : Prihadi Zoldic
#Ijtimak #hisab #ramadan #MABIMS #muhammadiyah