
LombokPost- MAN 1 Mataram mendorong siswanya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus madrasah. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan RRI Fest di MAN 1 Mataram, Rabu (9/9). Dorongan melanjutkan kuliah tersebut disampaikan Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag NTB Nasrullah. Dia mengingatkan para siswa agar menjadikan pendidikan sebagai prioritas untuk mempersiapkan masa depan.
Menurut Nasrullah, ilmu menjadi bekal penting bagi seseorang dalam menjalani kehidupan. Karena itu, proses belajar tidak seharusnya berhenti setelah siswa menyelesaikan pendidikan di jenjang madrasah atau sekolah menengah.
“Kalau kalian ingin hidup bahagia, selamat dan tenang di dunia maupun akhirat, harus memiliki ilmu,” ujar Nasrullah, Rabu (9/9).
Ia mendorong siswa MAN 1 Mataram untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Tidak hanya berhenti pada gelar sarjana (S1), siswa diharapkan terus mengembangkan pendidikan hingga jenjang magister (S2), doktor (S3), bahkan profesor sesuai bidang keilmuan dan kemampuan masing-masing.
Dia menilai pendidikan tinggi dapat menjadi salah satu bekal penting bagi siswa dalam meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan kehidupan di masa depan. Karena itu, siswa diminta tidak terburu-buru meninggalkan dunia pendidikan setelah lulus dari MAN 1 Mataram. Kesempatan untuk melanjutkan kuliah harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Jangan sampai setelah selesai sekolah kemudian ada niat untuk tidak melanjutkan pendidikan dan memilih menikah. Kejarlah ilmu sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya dan setinggi-tingginya,” pesannya.
Pesan tersebut sekaligus berkaitan dengan upaya mencegah pernikahan usia dini di NTB. Nasrullah mengingatkan siswa agar tidak menjadikan pernikahan sebagai pilihan utama setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
“Sekolah dulu, merarik (menikah) belakangan,” katanya.
Nasrullah juga menyinggung kondisi pernikahan anak di NTB. Berdasarkan data yang disampaikannya, sepanjang 2025 tercatat sekitar 1.963 anak menikah di bawah umur. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.521 anak tercatat melahirkan di usia dibawah umur berdasarkan data yang disebut Nasrullah berasal dari puskesmas. Data tersebut menjadi perhatian karena pernikahan dan kehamilan pada usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai persoalan. Mulai dari kesiapan fisik dan mental hingga kemampuan ekonomi dalam membangun keluarga.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




