Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DLH Loteng Ajak Pemerintah Kecamatan dan Desa Tangani Sampah

R
Penulis: Rury Anjas Andita❯
BERSERAKAN: Drainase di perempatan Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Loteng yang jorok dan kotor karena sampah berserakan, Sabtu (8/1). (Dedi/Lombok Post)
BERSERAKAN: Drainase di perempatan Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Loteng yang jorok dan kotor karena sampah berserakan, Sabtu (8/1). (Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Tengah merasa kesulitan dalam penanganan sampah. Luas wilayah, jumlah penduduk dan jumlah sampah tidak sebanding dengan sumber daya manusia yang dimiliki. Begitu pula dengan sarana dan prasarana penunjang.

“Sehingga kami berencana akan melakukan pendelegasian kewenangan,” kata Kepala DLH Loteng Supardiono pada Lombok Post, Selasa (19/7).

Artinya, penanganan sampah ke depannya tidak saja menjadi tanggung jawab DLH. Melainkan, dibantu 12 pemerintah kecamatan. Selanjutnya, pemerintah kecamatan dibantu kembali oleh pemerintah desa/kelurahan masing-masing. “Kecuali, penanganan sampah di Kota Praya,” tandasnya.

Pantauan Lombok Post, di beberapa titik di Kota Praya sampah dibuang sembarangan di pinggir-pinggir jalan. Kendati sudah ada peringatan, namun tetap saja sampah dibuang sesuka hati. Seperti di dekat jembatan jalan raya menuju Kantor DPRD Loteng.

Kemudian jalan raya depan Pasar Renteng dan samping sekretariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Loteng. Bau tak sedap dan pemandangan kumuh, kotor dan jorok tidak bisa dihindari.

Sesekali, para pengendara roda dua yang tidak memakai masker, terpaksa menutup hidungnya. Belum lagi, para pejalan kaki. “Memang ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama,” keluhnya.

Dia berharap, warga semakin sadar dengan kebersihan. Dengan cara, membuang sampah pada tempatnya. Kendati demikian, sosialisasi, imbauan dan peringatan terus dijalankan.

“Lagi-lagi, kami tidak bisa jalan sendiri. Jadi, mohon dukungan dan bantuan,” pesan Supardiono.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Loteng Ikhwan Sutrisno melihat, penanganan sampah di Kota Praya masih kurang. Padahal, dewan sudah berkali-kali mengingatkan DLH Loteng. Tidak saja lewat media atau pertemuan internal dengan komisi-komisi. Melainkan, sampai dibahas disetiap sidang paripurna.

“Karena kita ingin, wilayah perkotaan itu harus bersih,” tegas Ikhwan, terpisah.

Praya, kata Ikhwan, menjadi pintu masuk Loteng. Jadi, kesan pertama yang harus diberikan pada siapapun yang datang ke Loteng harus indah, bersih, ramah, asri, aman dan nyaman. (dss/r5)

Advertisement
Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Maksimalkan Armada Bersihkan Sampah Pasar Gunungsari

Maksimalkan Armada Bersihkan Sampah Pasar Gunungsari

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar mengerahkan seluruh kekuatan armada pengangkut untuk membersihkan timbunan sampah di kawasan pasar.

 Residu Sampah MotoGP Berpotensi Sumbang PAD Loteng

Residu Sampah MotoGP Berpotensi Sumbang PAD Loteng

55 ton residu sampah MotoGP diperkirakan berpotensi menyumbang retribusi sekitar Rp 55 juta bagi pendapatan asli daerah (PAD) Loteng

Desa Banyumulek Dikepung Sampah Kiriman Desa Tetangga

Desa Banyumulek Dikepung Sampah Kiriman Desa Tetangga

Armada truk dan alat berat sangat dibutuhkan untuk mengeruk tumpukan limbah di sepanjang aliran saluran air antar dusun di desa ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer