LombokPost - Kebakaran terjadi di aula Kantor Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Minggu (15/3) sore. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik di bangunan gudang kantor desa.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah, anggota piket menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.51 WITA melalui grup WhatsApp internal Disdamkartan.
Setelah menerima informasi tersebut, regu piket langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Tim Damkartan tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 Wita. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman bersama warga yang lebih dulu berupaya mengendalikan api di gudang kantor desa tersebut.
"Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga bersama petugas. Setelah itu, tim Damkartan melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa api yang dapat memicu kebakaran kembali," kata Kepala Damkartan Lombok Tengah Supardan, Minggu (15/3).
Operasi pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 17.00 WITA. Setelah memastikan kondisi benar-benar aman, seluruh personel kemudian kembali ke Kantor Damkartan Lombok Tengah pada pukul 17.15 Wita.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Kepala Desa Lantan Erwandi membenarkan kejadian tersebut. Salah satu warga sekitar desa melihat kepulan asap dan api, warga pun bergotong royong memadamkan api hingga kemudian datang bantuan dua unit mobil pemadam.
"Diduga masih dilakukan investigasi polsek, kemungkinan arus listrik atau ada anak-anak yang sempat masuk ke aula dan membawa korek api. Tapi ini masih dugaan," katanya.
Dikatakan, si jago merah melahap sejumlah kursi sofa bekas yang ada di dalam aula kantor desa. Aula ini lebih difungsikan menjadi gudang sebagai tempat menumpuk barang-barang yang tak lagi terpakai.
"Buku-buku arsip yang tidak terlalu penting artinya tidak sampai ada dokumen penting ikut terbakar," cetusnya.
Editor : Marthadi