Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TPA Ijo Balit Terancam Overload

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
BUANG: Truk pengangkut sampah saat membuang muatannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur.  (SUPARDI/LOMBOK POST)
BUANG: Truk pengangkut sampah saat membuang muatannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur. (SUPARDI/LOMBOK POST)

Lombokpost-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur (Lotim) mengkhawatirkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji bakal overload. Hal ini melihat jumlah sampah yang terbuang ke TPA saat ini mencapai 112 ton per hari. Bahkan bisa lebih banyak saat musim hujan.


Advertisement

"Yang 112 ton per hari ini, dari kecamatan yang kami layani saja. Belum kecamatan yang lain. Ini artinya dibutuhkan penanganan serius untuk penanganan masalah sampah ini," terang Kepala DLH Lotim Fathurrahman, Selasa (17/2).

Sampah yang masuk ke TPA belum ada pemilahan dari produsen sampah. Untuk itu, masyarakat disarankan melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Dengan demikian, sampah yang terbuang ke TPA tidak terlalu banyak atau hanya tersisa residu.

Fathurrahman menyebut luas lahan TPA Ijobalit 10,87 hektare, dan yang sudah terpakai sekitar 7,7 hektare. Dengan sisa lahan yang ada saat ini dan melihat total penduduk Lotim yang mencapai 1,4 juta jiwa, TPA terancam overload dalam waktu dekat. Penanganan sampah membutuhkan keseriusan, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga seluruh stakeholder hingga masyarakat.

Advertisement

"Semakin tinggi aktivitas maka semakin banyak juga sampah yang dihasilkan. Terlebih saat ini juga ada sampah MBG sehingga volume sampah menjadi meningkat," katanya.

Dari 21 kecamatan di Lotim, yang dilayani DLH untuk pengangkutan sampah sejauh ini baru 11 kecamatan, dan tidak semua desa terlayani. Banyak desa yang mengangkut sampah secara mandiri menggunakan armada sendiri.

Jika seluruh sampah dari 21 kecamatan masuk ke TPA, volumenya diperkirakan mencapai 500 ton bahkan lebih per hari. Karena itu, dikhawatirkan lima tahun mendatang TPA Ijobalit sudah overload.

Advertisement

"Tetapi keberadaan saudara-saudara kita yang menjadi pemulung di TPA, cukup membantu untuk melakukan pemilahan sampah. Jumlah pemulung di TPA itu sebanyak 115 orang," katanya.

Ia mengakui, yang menjadi atensi saat ini adalah volume sampah pada bulan puasa. Aktivitas masyarakat yang meningkat diperkirakan akan menambah volume sampah, ditambah musim hujan yang masih berlangsung.

Masyarakat diharapkan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah untuk mengurangi sampah yang terbuang ke TPA. Termasuk memanfaatkan TPS3R yang ada di sejumlah desa.

Sementara itu, Kepala Unit TPA Ijobalit Suhardan mengatakan, penanganan sampah di TPA Ijobalit menerapkan sistem control landfill. Setiap empat hari dilakukan penimbunan tanah, kemudian digilas menggunakan alat berat. Hal ini untuk mempercepat pembusukan dan mencegah ledakan karena sampah mengandung gas metan.

“Setiap empat hari sekali kita melakukan penimbunan untuk mempercepat pembusukan sampah, dan menghindari ledakan, termasuk mengurangi kerumunan lalat,” tutupnya. (par/r7)

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Maksimalkan Armada Bersihkan Sampah Pasar Gunungsari

Maksimalkan Armada Bersihkan Sampah Pasar Gunungsari

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar mengerahkan seluruh kekuatan armada pengangkut untuk membersihkan timbunan sampah di kawasan pasar.

 Residu Sampah MotoGP Berpotensi Sumbang PAD Loteng

Residu Sampah MotoGP Berpotensi Sumbang PAD Loteng

55 ton residu sampah MotoGP diperkirakan berpotensi menyumbang retribusi sekitar Rp 55 juta bagi pendapatan asli daerah (PAD) Loteng

Desa Banyumulek Dikepung Sampah Kiriman Desa Tetangga

Desa Banyumulek Dikepung Sampah Kiriman Desa Tetangga

Armada truk dan alat berat sangat dibutuhkan untuk mengeruk tumpukan limbah di sepanjang aliran saluran air antar dusun di desa ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer