LombokPost—Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka peluang menjadikan Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Riau sebagai lokasi penempatan pengungsi Rohingya.
Ma’ruf mengatakan, Pulau Galang di Batam sempat digunakan untuk menampung pengungsi asal Vietnam beberapa puluh tahun silam. Ma'ruf mengingatkan masalah pengungsi Rohingya sebagai masalah kemanusiaan yang mesti diatasi bersama.
“Sebab ini kan tidak mungkin kita menolak (pengungsi Rohingya) tetapi tentu kita mengantisipasi agar tidak ada penolakan dari masyarakat,” kata Wapres dalam sebuah wawancara.
Pemerintah juga menurutnya perlu memikirikan langkah antisipasi agar gelombang pengungsi tidak terus-terusan datang ke Indonesia. Karena tentu itu akan menjadi beban.
“Dan kita juga akan bicarakan dengan UNHCR yang punya tanggung jawab pengungsian di PBB,” ujarnya singkat.
Diketahui, secara gegografis, Pulau Galang memiliki luas sekitar 351 kilometer persegi.
UNHCR mulai bekerja sama dengan Indonesia pada tahun 1979. Waktu itu, pemerintah Indonesia meminta UNHCR untuk mengurus pengungsi di kamp pengungsi di Pulau Galang, Batam. Saat itu juga sedang terjadi krisis pengungsi dari Vietnam akibat konflik internal yang sedang terjadi di Vietnam. (ksj)
Editor : Kimda Farida