Legenda Bayern, Bixente Lizarazu, menyebut kepindahan ini bukan sebagai "pilihan olahraga" yang tepat, terutama mengingat usia Coman yang masih produktif.
Dalam wawancaranya dengan Telefoot, Lizarazu—yang juga pernah membela Bayern München—mengungkapkan kekecewaannya.
"Tidak seorang pun akan bisa meyakinkan saya bahwa pergi ke Arab Saudi adalah pilihan olahraga," tegasnya. Menurutnya, kepindahan ke liga yang dianggapnya tidak kompetitif tidak akan membantu seorang pemain untuk berkembang.
Lizarazu berpendapat bahwa Kingsley Coman seharusnya tetap bermain di liga top Eropa. Ia mengambil contoh Liga Inggris sebagai destinasi yang lebih ideal.
"Ini bukan liga yang membantu Anda berkembang. Coman bisa saja bermain di liga besar Eropa, misalnya di Inggris. Ini bukan pilihan yang mendorong Anda ke puncak," kritik Lizarazu.
Lizarazu juga membandingkan keputusan Coman dengan kepindahan N'Golo Kanté ke Al-Ittihad. Meskipun Kanté dipanggil kembali ke timnas, Lizarazu melihat ada "kemunduran olahraga" bagi Kingsley Coman, yang masih tergolong muda. Ia menganggap bahwa Al-Nassr dan liga di Arab Saudi tidak memberikan tantangan yang dibutuhkan Coman untuk terus berada di level elite.
Editor : Redaksi Lombok Post