Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketua Parlemen Iran Sebut Pembunuhan Komandan Al-Qassam sebagai Bentuk Pengkhianatan Israel

Redaksi Lombok Post • Senin, 18 Mei 2026 | 03:35 WIB
Para Pejuang Hamas./AP News
Para Pejuang Hamas./AP News

LombokPost — Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengecam keras aksi militer Israel yang menewaskan komandan tertinggi Brigade Al-Qassam di Gaza. Qalibaf menyatakan bahwa serangan yang dilancarkan di tengah pemberlakuan gencatan senjata tersebut merupakan bukti nyata dari pelanggaran kesepakatan oleh pihak Israel.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan Qalibaf pada Minggu (17/5/2026), menyusul laporan gugurnya Izz El-Din Al-Haddad, atau yang dikenal sebagai Abu Suhayb, dalam sebuah serangan udara sehari sebelumnya.

Qalibaf menilai tindakan ini memperpanjang catatan ketidakpatuhan Israel terhadap hukum dan perjanjian internasional yang telah disepakati bersama.

“Meskipun sejarah penjajah Kiblat pertama umat Muslim penuh dengan berbagai kejahatan dan pengkhianatan, gugurnya komandan Brigade Qassam selama gencatan senjata sekali lagi menegaskan pelanggaran janji mereka dan ketidaksetiaan musuh,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa operasi militer tersebut dilakukan secara sepihak ketika wilayah Gaza semestinya berada dalam kondisi damai sementara.

“Sekali lagi, tangan rezim Zionis yang kriminal ternoda oleh darah seorang Mujahid yang hebat dan tak dikenal,” kata Qalibaf.

“Dan pada saat, dengan janji-janji palsu para penjahat terkenal, gencatan senjata tampaknya berlaku di Gaza,” komandan terkemuka ini “gugur di tangan kelompok kriminal Zionis, bersama istri dan putrinya,” tambahnya.

Baca Juga: Situs Sejarah Diserang, Iran Siap Gugat Amerika Serikat dan Israel ke Jalur Hukum Internasional

Dalam pidatonya, Ketua Parlemen Iran memberikan penghormatan atas dedikasi Al-Haddad yang konsisten menentang pendudukan di tanah Palestina, termasuk mengorbankan dua putra terdahulunya dalam konflik horizontal tersebut.

Qalibaf menegaskan keyakinannya bahwa eskalasi ini tidak akan menyurutkan pergerakan masyarakat lokal, melainkan memperkuat ketahanan dalam menentukan masa depan wilayah mereka sendiri.

“Tanpa ragu, janji ilahi tidak dapat diubah dan dengan kelanjutan garis perlawanan, nasib bangsa dan tanah Palestina akan ditentukan oleh tangan rakyat Palestina yang bersemangat,” tegasnya.

 

Baca Juga: Menlu Iran Sebut UEA Tak Bisa Mengeklaim Sebagai Korban

Secara terpisah, Brigade Ezzeddine Al-Qassam selaku sayap militer Hamas telah merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi kematian salah satu perwira tertingginya tersebut akibat serangan udara di Jalur Gaza pada Sabtu pekan lalu.

Pihak Al-Qassam menjelaskan bahwa Izz al-Din al-Haddad gugur dalam serangan udara Israel yang "pengecut" di Kota Gaza, dan mengecam pembunuhan yang ditargetkan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata Sharm el-Sheikh.

Laporan militer tersebut turut mengonfirmasi bahwa serangan fajar itu juga merenggut nyawa istri, putri, serta sejumlah warga sipil lain yang berada di lokasi kejadian.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Mohammad Baqer Qalibaf #hamas #Israel #iran