Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kim Jong Un Ngamuk! Korea Utara Ancam Serang Israel, Siap Bantu Iran Hadapi AS

Alfian Yusni • Kamis, 19 Juni 2025 | 06:05 WIB
Kim Jong Un mengancam akan menyerang Israel secara langsung jika negara itu mendapat bantuan dari Amerika Serikat atau sekutunya. (istimewa)
Kim Jong Un mengancam akan menyerang Israel secara langsung jika negara itu mendapat bantuan dari Amerika Serikat atau sekutunya. (istimewa)

LombokPost - Dunia kembali di ambang konflik besar setelah Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan dukungan penuh terhadap Iran.

Kim Jong Un mengancam akan menyerang Israel secara langsung jika negara itu mendapat bantuan dari Amerika Serikat atau sekutunya.

Kim Jong Un menegaskan bahwa pasukan Korea Utara berada dalam status siap tempur penuh, dan menyebut dukungannya kepada Iran sebagai bentuk “solidaritas terhadap negara sahabat yang diserang secara sepihak.”

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah Korea Utara, Kim menyebut Israel sebagai "provokator utama instabilitas global."

Pernyataan Kim Jong Un muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, yang kini sudah saling meluncurkan rudal.

Iran dilaporkan telah menyerang wilayah Israel dengan lebih dari 400 rudal dan drone. Meski sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebagian besar serangan, sedikitnya 24 orang dilaporkan tewas.

Situasi memanas ketika Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa jika ikut campur, maka akan memicu perang total.

Teheran bahkan menyebut siap menghantam pangkalan militer AS di Irak dan menutup Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan keras. Ia menuntut “penyerahan tanpa syarat” dari Iran dan memperingatkan bahwa Ayatollah Khamenei adalah “target yang mudah dilacak.”

AS dilaporkan telah mengerahkan kembali sejumlah kapal induk dan jet tempur ke kawasan Timur Tengah untuk mendukung Israel.

 

Namun, Iran tak gentar. Ayatollah Khamenei menolak keras ultimatum Trump dan menyebut intervensi AS hanya akan menimbulkan “kerusakan yang tak bisa diperbaiki.”

Di sisi lain, laporan intelijen menyebut Iran mulai menghadapi krisis logistik dan kesulitan pasokan amunisi akibat serangan balasan Israel.

Situasi ini menarik perhatian global. G7 menyerukan penahanan diri dan akan mengirim utusan ke Jenewa untuk memediasi konflik.

Meski demikian, pernyataan Kim Jong Un yang berani membela Iran dan menantang Israel serta AS secara terbuka menandai babak baru dalam koalisi anti-Israel di panggung global.

Konflik ini juga memicu kekhawatiran pasar global. Harga minyak melonjak hampir 10% akibat ancaman blokade di Selat Hormuz.

Beberapa kota besar di Iran seperti Teheran mengalami blackout internet dan serangan siber. Pasar saham, terutama sektor energi dan pelayaran, menunjukkan volatilitas tinggi.

Di tengah kekacauan global ini, suara Kim Jong Un makin nyaring. Dukungan Korea Utara terhadap Iran bukan hanya retorika diplomatik, tapi menjadi sinyal kuat bahwa konflik Iran–Israel bisa berkembang menjadi perang skala penuh dengan melibatkan kekuatan nuklir Asia Timur. (***)

Editor : Alfian Yusni
#pasukan korea utara #Israel #pemimpin korea utara #iran #kim jong un #konflik