Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BBM Naik 42 Persen, Pakistan Gratisin Transportasi Demi Redam Amarah

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 4 April 2026 | 22:06 WIB
Aksi protes warga Pakistan atas melonjaknya harga BBM.
Aksi protes warga Pakistan atas melonjaknya harga BBM.

 

LombokPost - Pemerintah Pakistan mengambil langkah darurat dengan menggratiskan transportasi umum setelah lonjakan harga bahan bakar memicu protes luas di berbagai kota.

 

Kebijakan ini diumumkan setelah harga bensin sempat melonjak drastis hingga 42,7 persen menjadi 485 rupee per liter—kenaikan yang dipicu dampak perang Iran terhadap pasokan energi global.

 

Perdana Menteri Shehbaz Sharif kemudian melakukan koreksi kebijakan.

Ia menurunkan harga bensin menjadi 378 rupee per liter dan memastikan kebijakan itu berlaku setidaknya selama satu bulan.

 

“Saya berjanji tidak akan berhenti sampai kehidupan Anda kembali normal,” ujarnya dalam pidato nasional, seperti dikutip Sabtu (4/4).

 

Baca Juga: Trump Soal Awak Jet Tempur AS Masih Hilang: Ini Adalah Perang!


Namun, tidak semua harga diturunkan.

 

Harga solar tetap berada di level tinggi, yakni 520 rupee per liter setelah sebelumnya juga mengalami kenaikan signifikan hampir 55 persen.

 

Tekanan publik yang meningkat—ditandai dengan antrean panjang di SPBU dan demonstrasi jalanan—memaksa pemerintah mengambil langkah tambahan.

 

Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi mengumumkan bahwa seluruh transportasi umum milik negara di Islamabad akan digratiskan selama 30 hari ke depan.

 

“Semua transportasi umum di Islamabad akan gratis bagi masyarakat selama 30 hari,” katanya.

 

Baca Juga: ‘Dunia Semakin Tidak Percaya pada Trump’


Kebijakan ini diperkirakan akan membebani anggaran negara hingga 350 juta rupee.

 

Langkah serupa juga diambil di Provinsi Punjab—wilayah terpadat di Pakistan. Pemerintah daerah tidak hanya menggratiskan transportasi umum, tetapi juga menyiapkan subsidi khusus bagi truk dan bus untuk menjaga distribusi logistik tetap berjalan.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#pakistan #krisis #BBM