Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Modal Rp 800 ribu, Kini Omzet Perbulan Capai Rp 1,2 M Lewat Bisnis Durian

Galih Mps • Jumat, 31 Desember 2021 | 15:41 WIB
WISATA KULINER: Sejumlah pengunjung memburu durian berukuran jumbo yang dijual di Rumah Durian Lombok, Rembiga, kemarin (30/12).  (Eka/Lombok Post)
WISATA KULINER: Sejumlah pengunjung memburu durian berukuran jumbo yang dijual di Rumah Durian Lombok, Rembiga, kemarin (30/12). (Eka/Lombok Post)

MATARAM-Sherly Santi, pemilik Rumah Durian Lombok tengah menikmati manisnya keuntungan usaha ini. Penghasilannya bersumber dari banyaknya pesanan para penikmat durian dari seluruh penjuru Indonesia. Ia juga memiliki 400 mitra yang tersebar di NTB. Tak heran, penghasilannya di masa pandemi saja bisa berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1,2 miliar hanya dalam satu bulan. ”Bisnis dimulai sejak tahun 2015, modalnya hanya Rp 800 ribu,” katanya ditemui, Kamis (30/12).


Ini menjadi salah satu buah yang berhasil diindustrialisasi oleh IKM miliknya. Selain buah durian segar, pihaknya juga menjual aneka olahan turunan buah durian. Mulai dari es krim, durian cup, brownies durian, hingga stik roti durian dalam bentuk frozen. Hampir seluruh pasokan buah prioritas diambil dari para petani dan pengepul lokal Lombok Barat. Sebagian cadangan diambil dari Singaraja, Bali. Ini demi memenuhi kebutuhan akan buah durian yang tak selalu ada alias seringkali harus menunggu musim panen tiba. Untuk itu, ia berharap petani di kabupaten lain bisa mengambil peluang ini.


”Mereka bisa menjadi supplier atau pemasok, cost produksi kita juga bisa ditekan,” katanya.


Kebutuhan produksi hariannya diakui cukup besar. Tak heran jika saat ini dirinya bahkan sudah memiliki semi pabrik sendiri. Mempekerjakan 35 orang di pabrik, dan enam orang lainnya pada bagian penjualan. Setiap hari secara terjadwal tim penjualan berkeliling menggunakan dua mobil berikut cold storagenya. Mengangkut olahan durian ke para mitra di masing-masing kabupaten kota hingga ke Bima, Dompu, dan Sumbawa. Masing-masing mitra pun telah dibekali freezer olehnya. ”Hampir di setiap toko hingga ritel besar pasti ada produk Rumah Durian Lombok,” ujarnya bangga.


Sebagai buah yang kaya nutrisi, produknya selalu diincar pembeli. Mereka datang dari Jakarta, Bali, hingga NTT. Pasarnya juga sudah menyentuk ekspor ke Arab Saudi. Tahun depan, ia menargetkan untuk menyasar 46 mitra yang ada di Bali. Dengannya durian-durian asal Lombok mampu dikenal hingga ke luar daerah dan luar negeri. Terlebih Bali merupakan pintu masuk produk lokal menyasar para wisatawan dalam dan luar negeri.


”Ini bisa juga untuk konsumsi sendiri, maupun oleh-oleh suvenir,”  katanya.


Abdullah, salah satu pecinta duren asal Gerung bahkan rela datang sejak pukul 09.00 pagi. Demi bisa menikmati durian lokal ukuran jumbo. Ia berencana membeli durian hingga Rp 1 juta untuk dibawa ke Lombok Timur dimakan bersama keluarga besarnya. Ia memborong durian motong dan lokal.


”Berapa pun harganya pasti kita beli. Apalagi kalau ada diskon. Bisa pesta sekeluarga,” ujarnya. (eka/r9)

Editor : Galih Mps
#Durian