Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usaha Bidang Modeling Terus Tumbuh di Kota Mataram

Geumerie Ayu • Selasa, 19 Desember 2023 | 13:05 WIB
GRADUATION: Sejumlah siswa kelas batch 6, 7 dan anak-anak yang tampil di malam LIM Models graduation di Hotel Aston Mataram, Minggu (17/12).(IST/LOMBOK POST)
GRADUATION: Sejumlah siswa kelas batch 6, 7 dan anak-anak yang tampil di malam LIM Models graduation di Hotel Aston Mataram, Minggu (17/12).(IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Peluang bisnis dunia modelling di NTB masih terbuka lebar. Ceruk usaha yang satu ini tengah mulai tumbuh.

Lombok International Management (LIM) Models membuktikannya. Terbaru, mereka menggelar graduation, di Hotel Aston Mataram, Minggu (18/12) malam. Graduation ke-4 ini mengangkat tema fesyen busana Jepang.

Kegiatan ini dihadiri puluhan siswa kelas batch 6, 7, dan anak-anak. Selain itu juga dihadiri Puteri Indonesia Intelegensia 2023 dan desainer NTB Melly Wong. ”Graduation pertama di Achibara, kedua di Tiffany Glam, dan ketiga di Asian Great dengan tema Yunani, dan sekarang yang keempat dengan tema Jepang,” ujar Founder LIM Models Vega Reynata pada Lombok Post.

Vega menuturkan, dirinya mulai mendirikan sekolah model sejak pindah ke Lombok pada 2016 lalu. Saat itu, dirinya melihat minimnya tempat untuk mengikuti kegiatan fesyen show. ”Saya sempat mikir apa saya perlu ikut lomba yah karena saking inginnya,” kata perempuan yang aktif modelling sejak berusia 11 tahun itu.

Hingga akhirnya di 2020 lalu, Vega memutuskan untuk tinggal di Lombok dan mendapatkan sejumlah job. Akhirnya muncullah ide untuk membuka kelas modeling. Hal itu dilakukan agar dirinya bisa membuat event fesyen sebanyak-banyaknya. ”Saat itu saya masih belum punya link maupun kenalan, saya coba waktu itu melalui Instagram, dan saya bikin akun. Itu sekitar dua mingguan saya mencari nama dan akhirnya ketemu nama Lombok Internasional Management,” bebernya.

Peserta pertama di kelas LIM Models pada 2021 lalu hanya satu orang. Orang tersebut saat itu ingin mengikuti event Putri Tari skala nasional mewakili NTB. LIM Models memberikan pelatihan public speaking, catwalk, dan lainnya.

Mengingat ajang tersebut memiliki banyak penilaian, LIM Models pun juga membentuk packagingnya, self branding di sosial media, dibuatkan program dan video promosi di sosial media. ”Karena beda video untuk kebutuhan konteks kecantikan dengan video biasa, ada unsur-unsur yang harus dimasukan,” bebernya.

Peserta kelas LIM Models mulai ramai pada kelas batch dua. Saat itu pihaknya baru mulai membuat program pertemuan selama tiga bulan. Hingga 2023 ini, tercatat sudah berjalan hingga batch 7 dengan siswa sebanyak 92 orang. ”Besok kita akan buat batch 8 lagi,” katanya.

Kelas yang dibuka LIM Models mulai dari usia TK, SD, SMP, dan SMA. Bahkan ada juga para ibu rumah tangga yang ikut mengambil kelas private. Sebab saat ini sedang ramai-ramainya digelar fesyen show batik Sasambo hingga wastra. ”Ada lomba untuk ibu-ibu OPD, makanya mereka ambil kelas privat,” akunya.

”Ke depannya rencana pengembangan selain sekolah model kita juga sedang mengembangkan agensi model. Selain membimbing, juga mengajak teman-teman berkembang di kelas model itu sendiri setelah layak untuk debut di industri fesyen,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#model #fashion #modeling