Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Triwulan IV 2023, Penyaluran Kredit dan DPK di NTB Meningkat

Geumerie Ayu • Kamis, 8 Februari 2024 | 16:10 WIB

Berry Arifsyah Harahap
Berry Arifsyah Harahap
LombokPost- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) mencatat resiko perbankan NTB pada triwulan IV 2023 tetap terjaga, di tengah kinerja penyaluran kredit yang tumbuh terakselerasi.

Kepala KPwBI NTB Berry Arifsyah Harahap menjelaskan, peningkatan kinerja perbankan NTB pada triwulan IV 2023 terus berlanjut. Hal itu tercermin dari penyaluran kredit yang tumbuh 15,70 persen secara year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan tw-III 2023 yang sebesar 8,33 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan, lebih tingginya pertumbuhan penyaluran kredit tersebut ditopang akselerasi pertumbuhan dari penyaluran kredit investasi dan kredit konsumsi. Sementara itu, kredit modal kerja terpantau tetap tumbuh tinggi, meski sedikit melandai.

Secara sectoral, peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit ditopang akselerasi pertumbuhan kredit pertambangan, dan jauh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kinerja penghimpunan DPK juga tercatat tumbuh 1,62 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 0,78 persen.

“Adapun rasio NPL terpantau tetap rendah sebesar 1,14 persen, menurun dari triwulan sebelumnya,” jelasnya.

Dikatakan Berry, tingginya penghimpunan DPK di triwulan IV ini menandakan itu semakin tumbuh positif. Berdasarkan instrumennya, pertumbuhan yang lebih tinggi seiring dengan pertumbuhan instrumen tabungan yang meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Selain itu, kontraksi pertumbuhan giro juga terpantau tidak sedalam dibandingkan triwulan sebelumnya. Berdasarkan golongan nasabah, peningkatan penghimpunan DPK berasal dari pertumbuhan yang lebih tinggi dari DPK Perseorangan. Termasuk juga DPK Pemerintah seiring dengan realisasi penerimaan transfer ke daerah.

“Sementara itu, DPK Swasta terpantau masih terkontraksi meski tidak sedalam triwulan sebelumnya. Adapun hal ini ditengarai seiring dengan optimalisasi likuiditas korporasi yang telah tumbuh tinggi dalam 2 tahun terakhir,” jelas Berry.

Sementara untuk akselerasi pertumbuhan kredit di triwulan IV 2023, ditopang akselerasi pertumbuhan kredit investasi dan kredit konsumsi. Kinerja penyaluran kredit pada triwulan IV 2023 tumbuh 15,70 persen (yoy). Persentase ini lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 8,33 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan, lebih tingginya pertumbuhan penyaluran kredit tersebut ditopang akselerasi pertumbuhan dari penyaluran kredit investasi dan kredit konsumsi. Sementara itu, kredit modal kerja terpantau tetap tumbuh tinggi meski sedikit melandai.

Secara sektoral, peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit ditopang akselerasi pertumbuhan kredit pertambangan dan jauh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, termasuk kredit perdagangan.

Lebih lanjut, pertumbuhan positif kredit perdagangan turut tercermin dari penyaluran kredit rumah tangga, khususnya KPR, KKB, dan multiguna yang masing-masing tumbuh 12,05 persen, 26,51 persen, dan 2,05 persen.

“Sejalan dengan itu, kredit UMKM terpantau tetap tumbuh tinggi, sebesar 9,28 persen meski sedikit melandai dari triwulan sebelumnya,” tandasnya. (fer)

Editor : Redaksi Lombok Post
#penyaluran kredit #meningkat #Terjaga #Bank Indonesia #DPK #perbankan #NTB