Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

OJK NTB Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Lombok Tengah

nur cahaya • Senin, 21 April 2025 | 17:51 WIB

 

KOLABORASI: Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo (tiga dari kiri) saat mengunjungi Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri membahas soal komitmen peningkatan akses keuangan masyarakat.
KOLABORASI: Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo (tiga dari kiri) saat mengunjungi Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri membahas soal komitmen peningkatan akses keuangan masyarakat.
 

LombokPost-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mendukung Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mendorong peningkatan akses keuangan masyarakat. Termasuk penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo mengatakan, OJK memiliki fungsi untuk menjaga stabilitas sektor keuangan serta memberikan pelindungan kepada konsumen dan masyarakat. Sebab itu, diperlukan sinergi yang kuat antara OJK dengan pemerintah daerah. “BUMD dengan kecukupan modal yang baik akan mampu memperkuat infrastruktur yang ditunjang SDM berkualitas, sehingga dapat melayani kebutuhan konsumen dan masyarakat,” jelas Rudi.

Penguatan sinergi tersebut juga ditujukan untuk program perluasan akses keuangan masyarakat di Lombok Tengah. Di antaranya, melalui kolaborasi proaktif dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.  

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), indeks literasi dan inklusi keuangan nasional tahun 2023 masing-masing 65,43 persen dan 75,02 persen. Di Lombok Tengah, pihaknya mendorong implementasi program tematik TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah).

“Di antaranya melalui program Kejar (Satu Rekening Satu Pelajar), yang akan membuka cakrawala para peserta didik dalam mengakses layanan keuangan formal. Termasuk membangun kebiasaan menabung sejak dini, dan ke depan akan semakin adaptif memanfaatkan produk keuangan legal sesuai kebutuhan,” terangnya.

Photo
Photo

Berdasarkan kelompok umur, kelompok pelajar 15-17 tahun yang masuk dalam SNLIK merupakan bagian segmen masyarakat dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan di bawah tingkat nasional. Yakni sebesar 51,70 persen dan 57,96 persen. “Untuk itu kelompok tersebut menjadi sasaran prioritas dalam pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan, termasuk diantaranya Program Kejar,” ujarnya.

Ke depan, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus bersinergi. Terutama dalam mendukung komoditas serta sektor unggulan Lombok Tengah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam penguatan BUMD sektor keuangan. Pihaknya berkomitmen turut menjaga ekosistem keuangan yang sehat. Selain itu, dirinya juga mendukung implementasi Program Kejar di wilayah Lombok Tengah. “Bentuk dukungan apa yang diperlukan, kami akan koordinasikan,” kata Pathul

Lebih lanjut, Pathul menjabarkan potensi komoditas unggulan yaitu pertanian padi, yang diapresiasi melalui penghargaan Kabupaten Penyangga Pangan Nasional. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, produksi beras Lombok Tengah mengalami surplus 90.762 ton dibanding kebutuhan untuk periode Mei 2025.

Pada 2024, TPAKD Lombok Tengah berhasil menjadikan Desa Lantan sebagai percontohan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di NTB. Yakni melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar SD-SMP Satap Lantan.

Selain itu, akses keuangan dihadirkan melalui aktivasi BUMDes sebagai Agen Laku Pandai yang melayani transaksi keuangan pedagang pasar. Serta merealisasikan Galeri Investasi Digital di Kantor Desa Lantan. (fer/r6)

Editor : Pujo Nugroho
#literasi #produk #BUMD #daerah #OJK #NTB #inklusi #sdm