Namun rupanya, kondisi stok daging sapi pada distributor daging beku di Kota Mataram malah kosong.
Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran berbarengan dengan memasuki musim haji, permintaan terhadap daging sapi biasanya meningkat.
Daging sapi beku biasanya menjadi alternatif masyarakat ketika terjadi kenaikan harga daging segar menjelang lebaran haji.
“Sekarang ini, buat stok (daging sapi beku, Red) kita belum ada untuk sementara,” ujar Sales Marketing CV 88 Dedi Suhendra, Senin (5/5).
Menurut Dedi, di musim haji biasanya akan ada banyak masyarakat yang roah alias begawe atau melaksanakan acara hajatan.
Komoditas daging, baik sapi, ayam, dan lainnya, banyak dicari oleh masyarakat.
“Karena lumayan kesempatan ini, tidak boleh lewat untuk kita jualan,” sambungnya.
Meski kondisi stok daging sapi sedang kosong, namun stok daging lainnya seperti ayam, bebek, kerbau, domba, kambing, ikan salmon, dan tuna masih aman.
Untuk daging domba dan kambing, biasanya dipesan restoran dengan konsep menu Timur Tengah.
“Ada sedikit stok daging sapi tapi yang premium, yang biasa digunakan oleh hotel-hotel berbintang lima, seperti tenderloin, dan sejenisnya,” bebernya.
“Kami belanjanya sesuai kapasitas kita, kapasitas simpan kita 100 ton,” tandasnya.
Kepala Bidang Bapokting Disdag Mataram Sri Wahyunida membenarkan jika stok daging beku sedang kosong.
Pihaknya akan berkoordiasi dengan Disdag NTB terkait hal tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan Disdag NTB terkait ini karena kewenangan ada di provinsi untuk melihat kuota dari distributor kami,” ujarnya.
Menurutnya, kekosongan daging sapi beku ini juga tidak bisa dibiarkan terlalu lama.
Sebab sementara ini, hasil survei lapangan menunjukkan harga daging sapi terus mengalami kenaikan.
Naiknya harga daging sapi ini lantaran kebutuhan masyarakat yang tinggi.
Harganya sempat menyentuh angka kisaran Rp 140-150 ribu dikarenakan stoknya yang juga sedikit.
“Di Kebon Roek sudah ada daging, harganya Rp 125-130 ribu, di pasar lain masih Rp 140 ribuan harganya, makanya kita berupaya menurunkan itu,” terangnya.
Ditambahkan, saat ini pihaknya tengah mengantisipasi kenaikan harga jelang Idul Adha.
“Kemungkinan untuk satu bulan mendatang, setelah kami dari distributor akan kami koordinasikan dengan provinsi,” pungkasnya. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida