LombokPost - Tak banyak yang tahu, raja baja dunia Lakshmi Mittal ternyata pernah membangun awal bisnisnya dari pabrik kecil di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kisah hidup Lakshmi Mittal adalah contoh nyata bagaimana ketekunan, keberanian mengambil risiko, dan visi besar bisa mengubah hidup seseorang dari desa sederhana menjadi pengusaha baja nomor satu dunia.
Lakshmi Narayan Mittal lahir pada 15 Juni 1950 di Churu, Rajasthan, India. Sejak kecil ia hidup di lingkungan sederhana dan tumbuh besar di rumah kakeknya.
Ayahnya adalah seorang perintis usaha baja lokal yang kelak menginspirasi Mittal untuk ikut terjun ke industri tersebut.
Setelah menyelesaikan kuliah di St. Xavier’s College, Kolkata, Mittal memutuskan merintis langkah sendiri. Dan anehnya, langkah awal itu justru dimulai jauh dari India, di Sidoarjo, Indonesia.
Tahun 1976, Lakshmi Mittal mendirikan PT Ispat Indo, pabrik baja kecil di atas tanah 16 hektare di Waru, Sidoarjo.
Dari kapasitas produksi awal 65.000 ton per tahun, perusahaan ini tumbuh pesat menjadi produsen baja yang dihormati di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan di Sidoarjo inilah yang menjadi fondasi awal imperium bisnis baja miliknya.
Setelah sukses di Indonesia, raja baja dunia ini melakukan ekspansi besar-besaran ke negara-negara seperti Trinidad & Tobago, Kazakhstan, Polandia, dan Meksiko.
Ia dikenal piawai menghidupkan pabrik baja yang nyaris bangkrut dengan manajemen efisien dan strategi pasar yang tajam.
Puncaknya terjadi pada 2006, ketika Mittal melakukan merger spektakuler antara Mittal Steel dan Arcelor, dua raksasa baja dunia, yang kemudian membentuk ArcelorMittal, kini dikenal sebagai perusahaan baja terbesar di dunia.
ArcelorMittal beroperasi di lebih dari 60 negara dengan pendapatan mencapai USD 68 miliar pada 2023.
Kini, Lakshmi Mittal menjabat sebagai Executive Chairman ArcelorMittal, sementara posisi CEO telah diberikan kepada putranya, Aditya Mittal, sejak 2021.
Ia pun menjadi salah satu miliarder dunia dengan kekayaan pribadi diperkirakan mencapai USD 25,3 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index (per Juli 2025).
Tak hanya sukses sebagai bos ArcelorMittal, Mittal juga dikenal sebagai dermawan.
Ia mendirikan Mittal Champions Trust untuk mendukung atlet muda India dan menyumbangkan jutaan dolar untuk pendidikan dan layanan kesehatan di berbagai negara, termasuk rumah sakit anak di London dan universitas ternama seperti Harvard.
Dengan kepemilikan properti mewah di London, investasi di sektor energi, klub sepak bola, hingga pendidikan, nama Lakshmi Mittal tidak hanya identik dengan baja, tapi juga pengusaha sukses India yang menginspirasi dunia.
Dari pabrik baja di Sidoarjo, Lakshmi Mittal membuktikan bahwa lokasi bukan penghalang untuk bermimpi besar.
Kini, namanya tercatat sebagai simbol kekuatan, ketekunan, dan keberanian berbisnis lintas batas. Sosoknya adalah bukti hidup bahwa kisah sukses dari bawah bisa menggetarkan dunia. (***)
Editor : Alfian Yusni