Tak hanya fokus pada pengawasan, BBPOM Mataram kini bersiap menggelar Festival UMKM untuk mendongkrak daya saing produk lokal.
Rencana strategis ini disampaikan Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso Mataram dalam auiensi dengan Asisten I Setda NTB Fathurrahman.
Audiensi ini bertujuan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara BBPOM dan Pemprov NTB dalam bidang pengawasan obat dan makanan, pemberdayaan UMKM, serta edukasi masyarakat.
Poin utama yang menjadi sorotan dalam audiensi tersebut adalah rencana pelaksanaan Festival UMKM.
Kegiatan ini dirancang secara komprehensif, diisi dengan pendampingan intensif dan fasilitasi perizinan edar bagi para pelaku usaha.
”Kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM pangan olahan di Pulau Lombok untuk naik kelas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produknya di pasar yang semakin kompetitif,” jelas Yogi, Jumat (24/10).
Selain pemberdayaan, BBPOM Mataram juga berkomitmen melibatkan Pemprov NTB dalam kegiatan pengawasan pre dan post market.
Hal itu guna memperkuat efektivitas perlindungan konsumen di daerah.
Yogi juga meyampaikan sejumlah capaian membanggakan NTB di kancah nasional.
Di antaranya, Pasar ACC Kota Mataram berhasil meraih Juara 1 Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Capaian ini disusul SDN 3 Selong yang merebut Juara 3 Lomba Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman tingkat nasional tahun 2025.
”Kedua capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan program keamanan pangan yang melibatkan peran aktif pemerintah daerah dan komunitas masyarakat di NTB. Ini adalah modal besar kita,” tandas Yogi.
Asisten I Setda NTB H Fathurrahman menyambut baik inisiatif dan program strategis yang diusung BBPOM Mataram.
Pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival UMKM tersebut.
Fathurrahman bahkan memberikan usulan lokasi strategis agar kegiatan itu dapat berjalan sukses dan mudah dijangkau masyarakat.
”Kami mengusulkan agar Festival UMKM dapat dilaksanakan di area depan NTB Mall atau kawasan Islamic Center. Kedua lokasi ini sangat strategis dan memiliki akses mudah bagi masyarakat luas,” katanya.
Sinergi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan NTB sebagai sentra produk halal berkualitas.
Sekaligus memperkuat keamanan pangan demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Kimda Farida