Kepala BI NTB Hario K Pamungkas menekankan pentingnya peningkatan pasokan bahan pangan melalui kerja sama dagang antar daerah.
Jika pasokan dalam daerah NTB tidak mencukupi, kerjasama antar daerah (KAD) menjadi solusi cepat.
Hario menyebutkan, hal ini selaras dengan kesepakatan perdagangan yang dicapai antara Bali, NTB, dan NTT.
"Disepakati bahwa masing-masing daerah itu akan mengidentifikasi (potensi) daerahnya dan kira-kira apakah Bali, NTB, ataupun NTT bisa memenuhi pasokannya. Sehingga antara Bali, NTT, NTB itu bisa terhubung langsung terkait dengan memenuhi pasokan pangan," jelasnya, Rabu (3/12).
Kerja sama ini menjadi poros penting untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan secara regional. Untuk strategi jangka menengah dan panjang, fokus diarahkan pada peningkatan produktivitas pertanian.
Hario menyambut baik komitmen Pemprov yang mendorong sektor pertanian. Salah satu penyumbang dominan pertumbuhan ekonomi NTB.
Inovasi teknologi harus diterapkan untuk mengatasi tantangan cuaca ekstrem. BI NTB sendiri telah mengambil langkah nyata dengan melakukan sinergi riset, bekerja sama dengan perguruan tinggi. Mengimplementasikan program menanam cabai di dalam greenhouse.
“Memastikan produktivitas cabai dan produk pangan lainnya tetap optimal meskipun terjadi curah hujan tinggi,” sambungnya.
BI NTB optimistis pasokan pangan untuk program-program pemerintah dapat terpenuhi. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tangguh.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengingatkan pemda untuk mengambil langkah antisipatif agar MBG tidak memicu inflasi lantaran lonjakan harga pangan.
Menurutnya, peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah NTB kini sangat krusial.
“Hal yang kita butuhkan adalah inflasi yan stabil dan terkendali, Jadi harus menjadi atensi serius,” tegasnya
Editor : Jelo Sangaji