LombokPost – Industri kopi NTB terus tumbuh dan berkembang. Kopi Rinbo salah satunya, hadir di bawah naungan PT Kopi Rinbo Nusantara, perusahaan lokal yang berkomitmen mengangkat kualitas kopi dari dua gunung legendaris di NTB, yakni Rinjani dan Tambora.
Berdiri di tengah tantangan pandemi pada 10 Desember 2020, perusahaan ini secara cepat bertransformasi menjadi salah satu produsen kopi unggulan yang diperhitungkan.
Keteguhan dalam menjaga kualitas bahan baku dari petani lokal membawa brand Kopi Rinbo meraih legalitas kuat. Termasuk perolehan hak paten produk pada tahun 2022.
Owner Kopi Rinbo M Huzaini Areka menuturkan, identitas produknya berakar kuat pada kekayaan alam daerah. Nama Kopi Rinbo merupakan singkatan dari Rinjani dan Tambora.
Baca Juga: Dapur D’Rice, Nasi Puyung Viral Porsi Kuli di Mataram
Ini mencerminkan lokasi asal bahan baku kopi murni yang diambil langsung dari petani di kaki kedua gunung tersebut.
Selain produk utama, perusahaan juga meluncurkan inovasi bernama Kopi Korin (Kopi Rinbo Nusantara).
Produk ini merupakan perpaduan strategis antara kopi khas NTB dengan kopi pilihan dari berbagai daerah di Indonesia.
"Kopi Korin lahir bersamaan dengan semangat Ibu Kota Nusantara (IKN), itulah sebabnya nama produk ini juga mengandung unsur Nusantara," beber Areka.
Baca Juga: Pecinta Drakor Merapat! Ini 7 Drama Korea Terbaru yang Siap Tayang Mei 2026
Memahami preferensi konsumen yang beragam, Kopi Rinbo menawarkan empat varian utama yang diproduksi secara teliti.
Di antaranya, Rinbo Arabika yang menawarkan kemurnian rasa arabika bagi pencinta kopi premium.
Rinbo Robusta, varian kopi dengan karakter rasa yang kuat dan mantap. Rinbo Arabika Lanang dan Rinbo Robusta Lanang, produk khusus dengan biji kopi bulat (peaberry) yang diproduksi sesuai pemesanan.
Selain kopi murni, perusahaan juga merambah ke pasar kopi kekinian melalui varian Kopi Susu Rinbo, Kopi Latte, dan berbagai pilihan kopi modern lainnya untuk menyasar kaum muda.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Digenjot di NTB, Bentuk Disiplin Siswa Sejak Dini
Sementara itu, varian Kopi Hitam Rinbo tetap dipertahankan untuk memenuhi selera penikmat kopi tradisional.
Soal harga, varian arabika Kopi Rinbo dijual di kisaran Rp 100 ribu per 200 gram. Sedangkan varian robusta di kisaran harga Rp 70-75 ribu per 200 gramnya.
Areka mengatakan, meski terkesan sedikit mahal, namun dia menjamin kualitas kopinya. Tidak hanya dalam bentuk bubuk, Kopi Rinbo juga dijual dalam bentuk bean (biji) hingga siap minum.
Kini, Kopi Rinbo telah dinikmati berbagai kalangan di Indonesia. Keberhasilan ekspansi ini didukung aspek legalitas yang komprehensif. Mulai dari izin perusahaan, label halal, hingga hak paten produk.
Baca Juga: Pemkot Mataram Pastikan Sembilan Daycare Aman dari Kekerasan
“Label halal dan hak patennya sudah ada. Hak paten yang selama ini jarang orang miliki karena pengurusannya hampir dua tahun baru keluar. Tapi Alhamdulillah kopi Rinbo sudah keluar dari hak patennya. Sehingga sampai hari ini ya legalitas yang kita inginkan sudah ada,” jelasnya.
Operasional perusahaan juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai instansi strategis, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB, serta Asosiasi Kopi Indonesia.
Dengan dukungan ekosistem ini, Kopi Rinbo optimis dapat terus memperkenalkan kekayaan kopi lokal NTB kepada pasar global yang lebih luas.
Editor : Akbar Sirinawa