Di tengah hamparan jagung dan tembakau Virginia, sebidang lahan 10 are di Terara, Lombok Timur, tampak berbeda. Bukan batang tembakau atau tongkol jagung yang tumbuh, melainkan deretan melon ranum bergelantungan, menjadi magnet baru bagi warga untuk berwisata sambil memetik buah segar langsung dari pohonnya.
-----------------------
Tak jauh dari Pasar Terara, Kecamatan Terara, Lombok Timur, deretan buah melon siap panen bergelantungan di lahan seluas 10 are. Pemandangan itu berbeda dengan lahan di sekitarnya yang didominasi jagung dan tembakau Virginia.
Menjelang sore, puluhan pengunjung masih asyik berburu melon di agrowisata melon Maria Farm. Sebelum dipetik, mereka mencicipi sepotong melon lalu menenteng bakul untuk memetik buah langsung dari pohonnya.
Agrowisata melon itu milik Agus Nadi, warga Dusun Emujati, Desa Sukadana. Dibuka setahun lalu, tempat ini langsung mendapat sambutan positif. Setiap musim panen, melon yang ditanam Agus selalu habis diserbu pengunjung.
"Sebenarnya sudah lama, cuma yang kami tanam semangka bukan melon. Saat itu saya jual di pengepul langsung, tidak kita buat agrowisata seperti saat ini," terang Agus Nadi, Minggu (31/8).
Sebelumnya Agus hanya menanam cabai, tomat, terong, dan sayur-sayuran lain. Namun ia sering rugi karena tanaman mudah rusak dan harga sering jatuh, apalagi saat cuaca buruk dan stok melimpah. Kondisi itu membuatnya mencoba peruntungan pada semangka, meski saat itu tidak ada petani semangka di wilayahnya. Modal utamanya hanya pengetahuan dari internet dan YouTube.
Keberhasilan menanam melon kemudian dikonsep menjadi agrowisata. Ia berharap cara ini bisa meningkatkan harga jual. Sebab jika dijual ke pengepul atau toko buah, harga lebih murah dan banyak syarat yang harus dipenuhi. Padahal tidak semua melon miliknya sesuai ukuran standar pasar.
"Alhamdulillah ini panen tahun ke dua, dan pada panen kali ini dalam satu minggu sudah mau habis terjual," jelasnya.
Kelebihan agrowisata ini, penjualan lebih cepat tanpa klasifikasi. Pengunjung bisa memetik sendiri di lahan, menikmati buah segar tanpa bahan pengawet, dengan harga yang ramah.
Selain itu, pengunjung diajari cara memilih buah matang dan manis agar tidak kecewa. "Kita ajarkan dulu trik-trik memilih buah yang sudah matang dan manis," katanya.
Meski begitu, menanam melon bukan perkara mudah. Tanaman ini butuh perawatan ekstra, apalagi ditanam langsung di sawah tanpa green house. Tanaman rentan terserang hama dan penyakit. Namun, dengan pengalaman sebagai penjual obat pertanian, Agus bisa mengantisipasi serangan penyakit tanaman.
Ke depan, ia berencana mengembangkan agrowisata ini dengan membangun green house dan menata lahan lebih baik agar pengunjung semakin tertarik. (*/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post