Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terkait Perbaikan Jalan, Kades Kuripan Tagih Janji Pemprov NTB

Sanchia Vaneka • Senin, 15 Januari 2024 | 13:15 WIB
RUSAK: Seorang pengendara berupaya menghindari jalan berlubang di Desa Kuripan beberapa waktu lalu. (CHIA//LOMBOK POST)
RUSAK: Seorang pengendara berupaya menghindari jalan berlubang di Desa Kuripan beberapa waktu lalu. (CHIA//LOMBOK POST)

LombokPost-Kepala Desa (Kades) Kuripan Hasbi menyatakan saat ini dirinya tengah menunggu realisasi janji dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Untuk melakukan perbaikan jalan yang ada di Desa Kuripan. 

“Mereka sudah turun melihat kondisi jalan ini. Jangan sampai janji tinggal janji, mudah mudahan harapan itu terpenuhi. Kami tunggu,” kata Kades Kuripan Hasbi saat ditemui di ruangannya. 

Ia menceritakan, pada 27 Oktober 2023 lalu dalam kegiatan Jumat Salam program milik Penjabat (Pj) Gubernur NTB, ia dijanjikan perbaikan jalan akan segera dilakukan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTB yang saat itu turun langsung meninjau kondisi jalan. Ia mengaku, saat itu Dinas PUPR siap untuk memperbaiki keadaan jalan tersebut pada tahun ini. 

“Kita tahun ini berharap. Katanya 2024 ini akan mulai di perbaiki. Kita tunggu,” kata Hasbi. 

Hasbi bersikeras untuk menuntut realisasi dari perbaikan tersebut. Karena jalan ini termasuk dalam wilayah jalan provinsi, dan yang memiliki tanggungjawab adalah Pemprov NTB. 

Ia mengaku jalan tersebut sudah sejak lama tidak pernah diperbaiki. Bahkan awal ia menjabat sebagai Kades Kuripan pada 2019 lalu, sempat juga menyuarakan kondisi tersebut. Ia menyuarakan melalui banyak cara.

“Kita sudah lama menyuarakan. Bersurat sudah, ajukan proposal sudah, melalui musrenbang kecamatan, kabupaten sudah. Tapi apa? Hanya nol nol nol,” terangnya. 

Pernah diwacanakan jalan tersebut juga akan dilakukan pelebaran menjadi dua jalur. Namun, pihaknya tidak berharap banyak akan perwujudan hal tersebut. Karena setidaknya perbaikan jalan bisa lebih dulu dilakukan. 

Keluhan masyarakat sudah pasti banyak diterimanya. 

Banyak masyarakat yang jatuh saat melalui jalanan tersebut. Dengan itu, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka perlu adanya penanganan lebih cepat. 

“Jangan sampai lebih banyak korban,” ucapnya. 

Langkah penanganan sementara, pihak desa melakukan tambal sulam. Menggunakan dana pribadi milik Kades Kuripan sekitar Rp 6 juta. Hal tersebut dilakukan karena APBDes tidak boleh dikeluarkan untuk perbaikan jalan yang milik provinsi tersebut. 

“Idul fitri tahun lalu kita tangani sementara dengan tambal sulam. Biar kegiatan masyarakat saat lebaran lancar. Disetiap ada kegiatan keagamaan, atau kemasyarakatan lainnya kita melalui jalan yang rusak, bolong-bolong, lubang-lubang. Kita berharap akan dilakukan perbaikan tahun ini,” jelasnya. 

Panjang jalan yang membutuhkan perbaikan di desa Kuripan kira-kira hanya 2 kilometer. Dari simpang tiga Dasan Nyate Kuripan sampai dengan perbatasan Lombok Tengah (Loteng) dan Lobar di Jembatan Sulin. 

Ia menilai jalur ini adalah juga jalur urgent. Karena Desa Kuripan menjadi penyangga dan perbatasan antara Kabupaten Lobar dan Loteng. Yang kemudian strategis menghubungkan ke arah bypass. 

“Jangan karena melihat ini di selatan, kemudian ini tidak urgent. Ini urgent,” tegasnya. (chi/r3) 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Lobar #Perbaikan Jalan #Kuripan