Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Inaq Sakmah, Seorang Janda di Lobar Tinggal di Gubuk Terpal Selama Dua Tahun tanpa Bantuan

Sanchia Vaneka • Senin, 5 Januari 2026 | 23:10 WIB
Rumah Inaq Sakmah di Desa Eyat Mayang, Lembar Lombok Barat.
Rumah Inaq Sakmah di Desa Eyat Mayang, Lembar Lombok Barat.

LombokPost – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Inaq Sakmah, seorang warga di Dusun Jelateng Barat, Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.

Bersama anaknya yang juga merupakan seorang janda, ia terpaksa bertahan hidup di sebuah gubuk darurat yang hanya berdindingkan terpal plastik dan kain bekas.

Dalam rekaman video, terlihat jelas kondisi "rumah" Inaq Sakmah yang jauh dari kata layak. Atap dan dinding terpal berwarna biru yang sudah mulai usang tampak robek di beberapa sisi.

Di dalamnya, ruang tidur, dapur dengan tungku kayu, serta tempat menjemur pakaian menyatu dalam satu area sempit beralaskan tanah.

Hampir tidak ada perabotan mewah, hanya tumpukan barang-barang rumah tangga sederhana dan sebuah meja kayu tua.

Dulu, Inaq Sakmah adalah seorang pedagang. Namun, demi membiayai sekolah anaknya, usahanya bangkrut hingga terjerat tagihan bank.

Kondisi ini memaksanya menukar rumah lamanya demi sebidang tanah yang kini ia tempati dengan gubuk terpal tersebut.

Kini, untuk menyambung hidup, ia bekerja sebagai buruh batu bata dengan penghasilan yang sangat minim.

Nurisah, tetangga Inaq Sakmah, mengungkapkan bahwa upaya untuk meminta bantuan kepada pemerintah desa setempat sudah dilakukan selama dua tahun terakhir, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

“Sudah sekitar dua tahun lebih beliau tinggal di bawah terpal ini. Kami tetangga sudah mencoba berkomunikasi dengan Pemdes selama dua tahun, tapi sampai sekarang belum ada bantuan yang turun," ujar Nurisah.

Namun, pihak Pemdes disebut memiliki keterbatasan anggaran dan regulasi dalam menangani kasus kemiskinan ekstrem secara mandiri, mengingat kewenangan dan alokasi dana untuk program bedah rumah atau bantuan sosial skala besar berada di tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Inaq Sakmah kini hanya bisa berharap adanya perhatian dan bantuan nyata dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat agar ia bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman untuk bernaung.

Editor : Marthadi
#Inaq Sakmah #Lombok Barat #Lobar #miskin ekstrem #Narmada #RTLH