Kapolda turun langsung ke Bima untuk menanganinya.
“Seharusnya kapolda memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional hari ini. Tetapi kapolda berangkat ke Bima terkait masalah ini (pembakaran surat suara),” jelas Kabidhumas Polda NTB Kombespol Rio Indra Lesmana, Senin (19/2).
Diketahui, sejumlah massa membakar surat suara di beberapa TPS di Kecamatan Parado, Bima, Rabu malam (14/2) lalu.
Hasil penelusuran polisi, aksi itu bukan dipicu pemilihan presiden dan wakil presiden.
Tetapi pelaku pembakaran diduga tim sukses calon anggota legislatif (caleg) yang perolehan suaranya tidak sesuai harapan.
“Jadi kemungkinan akan dilakukan pemungutan suara ulang,” kata Rio.
Dia mengatakan, kapolda turun untuk mengendalikam situasi di Bima, Dompu, dan bebarapa daerah lain di Pulau Sumbawa.
Mengingat pasca pemungutan suara, tidak hanya pembakaran logisti pemilu, tetapi juga terjadi aksi pemblokiran jalan yang mengganggu kondusivitas daerah.
“Sejauh ini belum ada penetapan tersangka untuk kasus pembakaran,” kata Rio.
Terpisah, Kasihumas Polres Bima Iptu Adib Widayaka menyampaikan sejumlah orang telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait pembakaran surat suara.
Baca Juga: Ini Dia Komisioner Terpilih 8 KPU Kabupaten/Kota di NTB Periode 2024-2029
Informasi yang dihimpun Lombok Post ada 14 orang yang dilaporkan terlibat dalam aksi pembakaran ini.
“Untuk jumlah semuanya saya belum bisa rincikan. Tetapi memamg sudah ada beberapa yang kami mintai keterangannya. Tersangka juga belum ditetapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu NTB Itratip mengatakan, pemungutan suara ulang akan dilaksanakan di 17 TPS di Kecamatan Prado, Bima. Salah satu penyebabnya akibat pembakaran surat suara.
“Ya, ini yang membuat potensi PSU menjadi banyak,” kata Itratip. (ton/r1)
Editor : Marthadi