LombokPost-Pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat molor.
Bendungan yang menelan anggaran Rp 1,4 miliar semula ditargetkan rampung Juni sesuai kontrak.
Namun dengan kondisinya saat ini, bendungan ini diperkirakan baru bisa diresmikan Agustus nanti.
Hal ini membuat tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB akan turun melakukan pengecekan penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek strategis nasional ini.
”PPS masih berjalan. Kami akan segera melaksanakan monev (monitoring dan evaluasi),” jelas Asintel Kejati NTB I Wayan Riana kepada Lombok Post, Rabu (26/6).
Tim PPS Kejati NTB mengawal total 61 proyek strategis nasional. Baik proyek yang dikerjakan satu tahun kalender maupun proyek multi years. Tiga di antaranya, pembangunan Bendungan Tiu Suntuk, Bendungan Beringin Sila di Pulau Sumbawa dan Bendungan Meninting di Pulau Lombok.
Tugas PPS ini untuk memastikan proyek berjalan lancar dengan menyelesaikan persoalan ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT).
“Namun begitu kami temukan ada penyimpangan seperti suap atau tidak sesuai spesifikasi, pendampingan langsung kami hentikan dan serahkan ke Pidsus (pidana khusus),” jelas dia sebelumnya.
Sejak tahun lalu, proyek pembangunan Bendungan Meninting memang sudah diperkirakan akan molor. Karena kondisinya masih jauh dari target. Kemudian menjelang Pemilu 2024 Februari lalu, beredar kabar jika anggaran proyek strategis nasional dialihkan untuk kebutuhan kepentingan politik.
Ini yang sempat dikhawatirkan akan berdampak pada molornya sejumlah proyek strategis nasional termasuk Bendungan Meninting. Namun Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Tampang menepis kabar tersebut dan meyakinkan jika anggaran tersedia.
”Anggaran tersedia, kami tinggal membelanjakan sesuai progress yang kami kerjakan,” akunya ditemui di Kantor Kejati NTB beberapa waktu lalu.
Tampang juga sebelumnya meyakini jika Bendungan Meninting selesai Juni dan bisa diresmikan Presiden RI Joko Widodo.
Namun juru bicara Kementerian PUPR RI Endra S Atmawidjaja dalam kunjungannya mendampingi Presiden RI ke Lombok Mei lalu menyampaikan jika proyek Bendungan Meninting ditarget selesai Agustus.
Menyusul progres pengerjaan bendungan saat itu baru 81 persen.
PPK Proyek Bendungan Meninting Lalu Asgar menambahkan, saat ini sudah ada tambahan progres pengerjaan bendungan dari bulan lalu.
”Progres fisik per tanggal 25 Juni 84,17 persen,” bebernya.
Ditanya terkait berapa lama waktu yang diberikan untuk perpanjangan pekerjaan proyek, Asgar belum bisa memastikan.
”Masih proses usulan ke pembina. Hari ini (Selasa 25 Juni) kami masih rapat persiapan arahan Bapak Menteri PUPR dalam rangka percepatan penyelesaian bandungan,” tandasnya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida